Krisis Dana Desa Memuncak, Desa Aji Kuning Terpaksa Hentikan Program Pelayanan Kebersihan Lingkungan

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA – Tata kelola lingkungan di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.Terhitung sejak Surat pengumuman yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Desa Aji Kuning, Muhammad Arnil, pada tanggal 2 Januari 2026 tersebut, menjadi dasar hukum penghentian layanan pengangkutan sampah rumah tangga warga.
Pemerintah Desa (Pemdes) Aji Kuning secara resmi meniadakan seluruh kegiatan kebersihan lingkup desa akibat krisis anggaran yang melanda.
Keputusan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor 400/001/PEM-DAK/I/2026 yang diterbitkan pada awal tahun ini diambil setelah Dana Desa (DD) yang diharapkan cair tepat waktu mengalami hambatan administratif dan pemangkasan alokasi untuk kebutuhan darurat lainnya. Dampaknya, operasional pengangkutan sampah dan pemeliharaan sanitasi lingkungan terhenti total.
Syarifuddin Kepala Desa Aji Kuning menyatakan bahwa langkah ini adalah pilihan terakhir karena kas desa sudah tidak lagi mampu menutupi biaya operasional, mulai dari upah petugas kebersihan hingga biaya bahan bakar armada pengangkut sampah.
“Kami memohon maaf kepada seluruh warga.Saat ini anggaran benar-benar kosong untuk pelayanan kebersihan.Jika dipaksakan, kami tidak punya dana untuk membayar keringat para petugas di lapangan,” ujar kepala desa Aji Kuning dalam keterangannya
Dampak Langsung di Lapangan, berhentinya layanan ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat setempat. Beberapa titik pembuangan sampah sementara (TPS) mulai menumpuk dan saluran drainase yang biasanya rutin dibersihkan kini mulai tersumbat oleh sampah organik maupun plastik.

Kondisi kritis ini mencakup beberapa hal:
Penghentian Armada: Armada desa berhenti beroperasi.
Rumahkan Petugas: 5 orang petugas kebersihan desa sementara waktu tidak mendapatkan jam kerja.
Risiko Kesehatan: Penumpukan sampah dikhawatirkan akan memicu bau tidak sedap dan penyebaran penyakit, terutama di musim penghujan.
Harapan Warga dan Solusi Mandiri Menanggapi situasi ini, warga diharapkan untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah masing-masing guna mencegah penumpukan yang lebih parah di fasilitas umum dan berharap masyarakat bisa membawa sendiri sampah rumahan ke bank sampah yang telah di sediakan pemerintah desa
Asdar pengurus BPD (Badan Permusyrawatan Desa) setempat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan untuk mempercepat proses sinkronisasi dana desa agar pelayanan dasar masyarakat tidak dikorbankan terlalu lama.
![]()
