“VIRAL” Curhatan Pilu Sang Anak Ungkap Dugaan Kezoliman Terhadap Ibu Halimah Guru SD 001 Sebatik Tengah

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Jagat maya, khususnya grup WhatsApp dan platform media sosial, tengah dihebohkan oleh unggahan pilu seorang anak yang membela ibunya, Ibu Halimah seorang tenaga pendidik di SD 001 Sebatik Tengah. Unggahan tersebut mengungkap dugaan perlakuan tidak manusiawi dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah terhadap guru senior tersebut.
Diusir dari Ruang Guru hingga Intimidasi Fisik, Dalam curhatan yang menyayat hati tersebut, sang anak membeberkan kondisi ibunya yang seolah dikucilkan di lingkungan sekolah tempatnya mengabdi. Ibu Halimah dikabarkan dilarang masuk ke ruang guru dan dipaksa beristirahat di perpustakaan tanpa fasilitas yang memadai.
Tak hanya pengucilan secara sosial, sang anak juga mengungkap adanya tindakan kekerasan fisik yang dialami ibunya.
“Mama dapet perlakuan zolim dari kepala sekolah. Mama tidak diperbolehkan masuk ruang guru, istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apa pun. Bahkan mama sampai dilempar kursi dan skop sampah tapi mama masih berusaha tegar,” tulis sang anak dalam unggahan yang viral tersebut.
Tunjangan Rp45 Juta Tak Cair
Masalah tidak berhenti pada intimidasi fisik dan mental. Sang anak juga menyoroti kerugian materiil yang dialami ibunya akibat kebijakan sepihak pimpinan sekolah. Diduga, pihak sekolah menolak memberikan tanda tangan untuk kelengkapan berkas administrasi Ibu Halimah.
Akibatnya, tunjangan sertifikasi Ibu Halimah selama satu tahun dengan total mencapai Rp45.000.000 (Empat Puluh Lima Juta Rupiah) tidak dapat dicairkan. Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi sang guru yang telah mendedikasikan waktunya untuk mengajar.
Gelombang Simpati
“Save Ibu Halimah”
Unggahan yang ditutup dengan kalimat menyentuh, “Mama maafkan anakmu, sesabar itukah mama,” langsung memicu reaksi keras dari netizen. Tagar dan seruan #SaveIbuHalimah mulai bermunculan sebagai bentuk dukungan moral.
Banyak pihak mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun otoritas pendidikan terkait.
Kasus ini terus dipantau oleh warga net dan masyarakat Sebatik, berharap ada keadilan bagi Ibu Halimah agar hak-haknya sebagai guru dan martabatnya sebagai manusia dapat dikembalikan. (Ozzie)
![]()
