UPT LLA Sebatik Tingkatkan Wasdal Pasar dan Masjid Selama Bulan Ramadan

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Menjelang waktu berbuka puasa,suasana di sejumlah pasar tradisional di Pulau Sebatik mulai dipadati masyarakat.Aktivitas jual beli takjil,kendaraan yang keluar-masuk area pasar, serta mobilitas warga menuju masjid meningkat signifikan. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, kehadiran petugas berseragam dari UPT LLA Sebatik tampak sigap mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban.

Di bawah naungan Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan unit pelaksana teknis ini mengintensifkan kegiatan pengawasan dan pengendalian (wasdal) di kawasan pasar dan masjid selama bulan suci Ramadan di wilayah Sebatik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama menjalankan aktivitas dan ibadah.
Kegiatan wasdal pasar dilaksanakan pada Kamis (19/2/2026) mulai pukul 16.30 hingga 18.15 WITA, bertepatan dengan meningkatnya mobilitas warga menjelang berbuka puasa.Petugas ditempatkan di titik-titik strategis yang dikenal padat aktivitas, khususnya di area penjualan takjil yang setiap tahunnya mengalami lonjakan pengunjung.
Di Pasar Kampung Baru,Desa Bukit Aru Indah,personel terlihat mengatur kendaraan yang parkir di bahu jalan, mengarahkan pengendara agar tidak menghambat arus, sekaligus membantu pejalan kaki menyeberang dengan aman. Suasana serupa juga tampak di Pasar Sungai Pancang, di mana petugas memastikan aktivitas jual beli tetap tertib tanpa menimbulkan kemacetan.
Memasuki waktu salat Isya dan Tarawih, fokus pengawasan bergeser ke masjid-masjid yang berada di tepi jalan utama. Mulai pukul 19.10 WITA hingga selesai, petugas disiagakan untuk mendukung keamanan serta kenyamanan jamaah dalam beribadah. Penempatan personel dilakukan di sejumlah masjid dengan tingkat kehadiran jamaah tinggi, seperti Masjid Nurul Huda di Desa Sei Nyamuk,Masjid Al Aqsha di Desa Aji Kuning, Masjid Babul Hasanah di Desa Tanjung Aru hingga Masjid Al Khair di Desa Tanjung Karang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, H. Abdul Munir menegaskan bahwa pelaksanaan wasdal selama Ramadan bertujuan memberikan ketenangan, keamanan dan kenyamanan bagi umat Muslim. Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus ditingkatkan baik dari sisi jumlah personel maupun pola penjagaan.
“Pada tahun sebelumnya penjagaan masih terpusat di satu lokasi,Tahun ini sesuai arahan pimpinan cakupan pengamanan diperluas hingga ke masjid-masjid di pinggir jalan dengan jumlah jamaah tinggi sebagai langkah preventif menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala UPT LLA Sebatik, Zainal Abidinsyah, berharap peningkatan pola penjagaan mampu memberikan dampak positif terhadap kelancaran aktivitas masyarakat selama Ramadan.Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan.
“Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Bagi masyarakat Sebatik, kehadiran petugas di titik-titik keramaian bukan sekadar pengaturan lalu lintas,tetapi juga simbol kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban selama bulan suci. Melalui kegiatan wasdal yang konsisten setiap Ramadan,Pemerintah Kabupaten Nunukan berupaya menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif, sehingga nuansa ibadah dapat dirasakan dengan lebih tenang di seluruh penjuru Sebatik. (Ozzie)
![]()
