Daerah

Heboh Menu Bergizi Rp10 Ribu di Media Sosial ! Layakkah untuk Anak SD?

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | Riuh percakapan itu bermula dari sebuah unggahan sederhana di media sosial, Sebuah foto memperlihatkan paket makanan untuk anak sekolah dasar, susu kotak seharga Rp4 ribu, roti Rp4 ribu dan telur Rp2 ribu, Totalnya disebut = Rp10 ribu ! Sekilas tampak biasa,Namun justru dari kesederhanaan itulah gelombang tanya bermunculan.

Di wilayah perbatasan isu tentang makanan bergizi bagi anak-anak bukan perkara sepele,Ia menyangkut harapan orang tua,kesehatan generasi muda hingga komitmen pengelola program.Maka ketika angka-angka itu tertera jelas—Rp4 ribu,Rp2 ribu, Rp2 ribu—masyarakat pun mulai berhitung dengan logika sederhana.

“Kalau dilihat kasat mata,kita semua bisa menghitung. Apakah benar totalnya Rp10 ribu? Atau ada komponen lain yang tidak dijelaskan?”

Berita Terkait  Polres Kupang Berhasil Ringkus Dua Pelaku Pencurian Ternak di Amarasi Barat

Nada bicaranya tenang,namun sarat tanda tanya ?Ia tidak menolak program makanan bergizi,Justru sebaliknya,ia mendukung penuh upaya pemenuhan gizi anak sekolah. Namun menurutnya transparansi adalah kunci.

“Kalau memang ini untuk anak-anak SD,bukankah yang utama itu kualitas dan kecukupan gizinya?Apakah dengan menu seperti itu sudah memenuhi standar kebutuhan gizi harian mereka?”

Pertanyaan demi pertanyaan mengalir Bukan untuk menjatuhkan melainkan untuk menggugah Sebab di mata masyarakat awam, harga-harga tersebut terasa gamblang.Jika susu Rp4 ribu, roti Rp2 ribu, telur Rp2 ribu—lalu sisa anggaran Rp2 ribu itu untuk apa? Biaya distribusikah? Kemasan? Atau ada komponen lain yang belum dipaparkan secara terbuka?

Berita Terkait  Plt Camat Sebatik Utara Zainal Abidinsyah SE Tegaskan Penguatan Trantibum Berbasis Pemetaan Wilayah

Warga berharap pihak terkait, khususnya SPPG sebagai pengelola program dapat melakukan evaluasi menyeluruh.Apakah perencanaan anggarannya sudah tepat?Apakah pengawasan berjalan optimal? Dan yang paling penting, apakah anak-anak sebagai penerima manfaat benar-benar mendapatkan haknya secara utuh?

“Jangan sampai program yang niatnya baik justru menimbulkan prasangka Apalagi kalau sampai terkesan seperti ladang mencari keuntungan,Bukankah yang menjadi taruhan di sini adalah kesehatan dan masa depan anak-anak kita?”

Di tengah keterbatasan wilayah perbatasan,masyarakat sangat memahami arti perhatian dari pemerintah dan pengelola program,Mereka tidak menuntut kemewahan,Mereka hanya ingin kepastian bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi anak-anak.

Berita Terkait  KKN - PPM UGM Tahun 2024 Berakhir, Bupati Nunukan Melepas dengan Resmi

Fenomena viral ini menjadi cermin bahwa publik kini semakin kritis .Media sosial bukan sekadar ruang berbagi foto,tetapi juga ruang kontrol sosial Pertanyaannya kini akankah polemik ini dijawab dengan keterbukaan dan evaluasi? Atau dibiarkan menjadi bisik-bisik panjang di ruang maya?

Pada akhirnya,masyarakat hanya berharap satu hal sederhana jika program ini memang untuk gizi anak sekolah dasar,bukankah sudah seharusnya kepentingan anak-anak ditempatkan di atas segalanya?

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *