DaerahSebatik

Pertamina di Pulau Sebatik Mendadak Tutup,BBM Langka dan Harga Eceran Tembus Rp20 Ribu per Liter

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Warga Pulau Sebatik,Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dibuat resah setelah SPBU milik Pertamina di wilayah tersebut dilaporkan mendadak tutup dalam beberapa hari terakhir. Penutupan ini terjadi di tengah kondisi stok BBM yang sudah menipis, sehingga memicu kelangkaan bahan bakar di tengah masyarakat.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat kini kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Antrean kendaraan yang biasanya terlihat di SPBU kini berganti dengan pencarian BBM ke berbagai titik lain di Pulau Sebatik.

Situasi ini juga berdampak langsung pada melonjaknya harga BBM di tingkat pengecer. Di sejumlah lokasi,harga BBM eceran bahkan menembus Rp20.000 per liter, jauh di atas harga normal.

Berita Terkait  Bupati Nunukan Hadiri Puncak Acara Hari Anak Nasional 2024

Sejumlah warga dan sopir angkutan mengaku harus berkeliling mencari BBM hingga ke beberapa tempat sebelum akhirnya mendapatkannya.Namun karena stok terbatas, banyak masyarakat yang terpaksa membeli BBM dari pengecer dengan harga lebih mahal.

Salah seorang sopir angkutan di Sebatik Adda mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM di SPBU.Menurutnya, pembatasan pengisian bahan bakar membuat para sopir kesulitan memenuhi kebutuhan operasional kendaraan mereka.

Berita Terkait  UPZ SAKTI Bersama Forkopimcam Sebatik Timur Gelar Bedah Rumah

“Untuk mendapatkan bahan bakar di Pertamina itu sulit karena ada batasan untuk setiap mobil. Kalau tidak pakai barcode, maksimal hanya bisa isi Rp100 ribu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan penggunaan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi menjadi kendala bagi sebagian sopir, karena tidak semua orang memahami proses pendaftarannya.

“Keluhan lain juga karena sulitnya membuat barcode Pertamina. Banyak sopir yang belum paham cara mengurusnya, sehingga akhirnya tidak bisa mengisi BBM sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Berita Terkait  RT. 03 Sungai Nyamuk dan RT.7 Tanjung Harapan Akan Disatukan Menjadi Desa Baru

Kelangkaan BBM ini mulai berdampak pada aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat di Pulau Sebatik. Para sopir dan warga berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penutupan SPBU serta penyebab menipisnya stok BBM di Pulau Sebatik. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *