Buka Puasa Bersama Warkop Cabulo,Hangatkan Silaturahmi di Bulan Suci Ramadan

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK – Senja perlahan turun di ufuk Pulau Sebatik. Langit yang mulai berwarna jingga berpadu dengan semilir angin sore yang membawa suasana damai di bulan suci Ramadan.Di sebuah sudut yang sederhana namun akrab, keluarga besar Warkop Cabulo berkumpul dalam satu momen penuh makna buka puasa bersama.
Tawa kecil,sapaan hangat dan obrolan ringan terdengar mengalir di antara para pengunjung dan sahabat yang hadir.Meja-meja sederhana yang dipenuhi hidangan berbuka menjadi saksi bagaimana kebersamaan terjalin begitu hangat.Tidak ada sekat,semua duduk berdampingan,menikmati suasana yang sarat dengan nilai persaudaraan dan silaturahmi.

Bagi banyak orang,Warkop Cabulo bukan sekadar tempat menikmati secangkir kopi atau berbincang santai.Di bulan Ramadan,tempat ini berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat di mana persahabatan dipererat dan ukhuwah semakin dikuatkan.
Menjelang waktu berbuka, suasana menjadi semakin khidmat.Beberapa pengunjung terlihat berbincang ringan, sebagian lainnya larut dalam doa dan harapan yang dipanjatkan di penghujung waktu puasa.Aroma hidangan berbuka yang tersaji sederhana semakin menambah kehangatan suasana.
Ketika azan magrib akhirnya berkumandang,semua yang hadir seakan larut dalam satu rasa syukur.Dengan penuh kebersamaan,mereka memulai berbuka dengan hidangan pembuka,diiringi senyum dan rasa bahagia yang terpancar di wajah masing-masing.

Pengelola Warkop Cabulo yang akrab di sapa Tante Sedda mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bentuk sederhana untuk menjaga dan mempererat hubungan antar sesama.
“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi.Kami ingin Warkop Cabulo bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi siapa saja yang datang,” ujarnya.
Setelah berbuka,perbincangan kembali mengalir,Cerita tentang kehidupan, pengalaman sehari-hari, hingga canda ringan menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan tersebut.Momen seperti inilah yang membuat Ramadan terasa begitu istimewa—bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga,tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kehangatan silaturahmi seringkali lahir dari hal-hal kecil.Dari secangkir teh hangat,sepiring hidangan berbuka,hingga waktu yang diluangkan untuk duduk bersama dan saling menyapa.
Melalui kebersamaan di bulan suci ini,Ketua Gardu Warkop Cabulo Roy Albar berharap tradisi buka puasa bersama dapat terus terjaga setiap Ramadan,sebagai wujud mempererat persaudaraan serta menebar nilai kebaikan di tengah masyarakat. (Ozzie)
![]()
