Pasokan BBM ke Sebatik Digelontorkan 140 KL,Pertamina Pastikan Stok Aman di Wilayah Perbatasan

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA — Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan ketahanan energi nasional. Pada awal April 2026, perusahaan ini menggelontorkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 140 kiloliter (KL) ke Pulau Sebatik—wilayah strategis di perbatasan Indonesia-Malaysia yang selama ini kerap menghadapi tantangan distribusi energi.
Langkah cepat ini menjadi respons atas kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan yang bergantung pada kelancaran pasokan BBM. Dengan kondisi geografis yang tidak mudah dijangkau,distribusi energi ke Sebatik membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi lintas pihak.

Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel,Muhammad Naufal Atiyah,merinci bahwa total pasokan terdiri dari 110 KL Pertalite,20 KL Biosolar dan 10 KL Pertamax.Distribusi dilakukan pada 2 April 2026 melalui lima lembaga penyalur resmi yakni PT Seberang Energi Kaltara,PT Cahaya Soppeng, PT Alfaizan Bina Mandiri,CV Balangsiku Raya Gasoline,serta CV Cahaya Soppeng Junior.
“Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kuota serta kesiapan kapal pengangkut,mengingat distribusi ke Sebatik membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang,” ujar Naufal, Sabtu (4/4/2026).

Ia memastikan, hingga saat ini kondisi stok BBM di depot dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak hanya itu, tambahan pasokan tersebut langsung berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Sejak Sabtu pagi, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dan Pertashop mulai mencair, sementara aktivitas pengisian meningkat tajam.
Meski demikian,Pertamina tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga distribusi tetap merata dan mencegah gejolak di tingkat pengecer.
Sebagai upaya antisipasi, Pertamina terus melakukan pemantauan intensif di lapangan serta siap menyesuaikan volume distribusi sesuai kebutuhan riil masyarakat.Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus menopang aktivitas ekonomi warga di wilayah perbatasan.
Dengan penguatan distribusi ini, Pertamina menegaskan komitmennya bahwa energi harus hadir hingga ke titik terluar negeri,memastikan masyarakat perbatasan tidak lagi dibayangi ancaman kelangkaan BBM.
![]()
