HUT ke-81 TNI AL di Nunukan: Laut Berubah, Ancaman Berkembang, TNI AL Dituntut Bertransformasi

oleh -153 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA —Delapan puluh satu tahun perjalanan TNI Angkatan Laut menjadi momentum untuk menengok kembali perjalanan panjang sekaligus mengukur kesiapan menghadapi tantangan yang terus berubah.

Di tengah persaingan global,perkembangan teknologi militer,ancaman siber,hingga dinamika geopolitik yang semakin kompleks,TNI Angkatan Laut dituntut tidak sekadar kuat secara persenjataan,tetapi juga adaptif,inovatif dan mampu membaca perubahan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Nunukan,Kamis (10/9).

Apel dipimpin Danlanal Nunukan Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi,dengan mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe,TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat,Adil dan Makmur.”

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang dibacakan Danlanal Nunukan,usia 81 tahun tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.

Peringatan tersebut harus menjadi momentum evaluasi untuk memastikan TNI AL benar-benar siap menghadapi perubahan lingkungan strategis.

“81 tahun adalah waktu perjalanan panjang yang penuh arti dan makna.Hari bersejarah ini tidak cukup diartikan hanya sebagai sarana mengenang masa lalu,namun harus dimaknai sebagai momentum refleksi untuk melihat dengan jernih di mana posisi TNI Angkatan Laut saat ini,apa yang telah dibangun,apa yang masih harus diperkuat dan kemampuan seperti apa yang harus disiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujar Slamet.

Menurutnya,posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menempatkan laut sebagai salah satu ruang paling strategis bagi kepentingan nasional.

Laut bukan hanya menjadi batas wilayah dan ruang kedaulatan.Laut juga menjadi penghubung antarpulau,jalur perdagangan dan komunikasi,sumber daya serta energi,sekaligus ruang strategis untuk membangun konektivitas dan pengaruh Indonesia di tingkat global.

Karena itu,TNI AL dituntut selalu siap hadir menjaga seluruh ruang maritim yang menjadi tanggung jawabnya sesuai amanat undang-undang.

Namun,medan tantangan ke depan tidak semakin sederhana.

Kompetisi global kian tajam.Dinamika geopolitik di berbagai kawasan semakin kompleks.Kepentingan antarnegara juga semakin banyak beririsan di laut.

Situasi tersebut membuat ruang maritim menjadi arena interaksi strategis yang dinamis sekaligus penuh risiko.

Lebih jauh,ancaman terhadap sebuah negara kini tidak selalu datang dalam bentuk perang terbuka.

Perang informasi,serangan siber,tekanan ekonomi,gangguan infrastruktur,aktivitas grey zone,hingga penggunaan kekuatan militer secara terbuka menjadi bagian dari spektrum ancaman yang harus diantisipasi.

Pada saat bersamaan,perkembangan kecerdasan buatan,sistem tanpa awak,teknologi sensor,senjata jarak jauh,pengolahan data dan sistem informasi telah mengubah cara negara mengamati,memahami,mengambil keputusan dan bertindak di medan operasi.

Di titik inilah transformasi menjadi kebutuhan.

“TNI Angkatan Laut harus terus bertransformasi dan berinovasi tanpa henti. Kita tidak boleh menghadapi tantangan masa depan dengan cara berpikir masa lalu,” tegas Slamet.

Modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista tetap menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan pertahanan.

TNI AL pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan komitmennya dalam memperkuat kemampuan pertahanan negara melalui penambahan alutsista baru.

Kehadiran berbagai alutsista,termasuk kapal induk yang disebut dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia,dinilai membuka ruang bagi peningkatan daya tangkal,kemampuan operasi,profesionalisme prajurit serta integrasi antarmatra TNI.

Namun,kecanggihan persenjataan bukan satu-satunya ukuran kekuatan.

“Alutsista hanyalah salah satu faktor dalam membangun kapabilitas.Kita memerlukan prajurit pengawak yang kompeten, menerapkan doktrin dan organisasi yang relevan,sistem komando dan kendali,infrastruktur jejaring informasi yang terintegrasi serta logistik yang mampu menjamin keberlanjutan operasi,” jelasnya.

Dengan kata lain,modernisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,doktrin,organisasi, teknologi informasi,hingga kemampuan logistik.

Spektrum tugas prajurit TNI AL juga semakin luas.

Kesiapsiagaan tidak hanya diarahkan untuk menghadapi ancaman militer, tetapi juga berbagai kondisi yang dapat mengganggu keamanan dan ketahanan nasional.

Perubahan iklim,cuaca ekstrem,kebakaran hutan dan lahan,gempa bumi,erupsi gunung berapi,serta bencana lainnya dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, distribusi logistik, hingga memicu persoalan sosial.

Karena itu,kesiapan prajurit dan alutsista harus dibangun untuk merespons berbagai situasi secara cepat.

“Saya perintahkan,seluruh prajurit dan alutsista TNI Angkatan Laut harus selalu siap dikerahkan untuk membantu negara dan masyarakat setiap saat.Kesiapsiagaan harus dibangun untuk menghadapi spektrum tugas yang lebih luas dan beragam,” katanya.

Peringatan HUT ke-81 TNI AL juga tidak hanya diwarnai kegiatan internal.Lanal Nunukan memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.

Melalui program unggulan “Aku Cinta Laut”,TNI AL menegaskan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat pesisir.

Sejak Minggu (6/9), Lanal Nunukan telah melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 TNI AL,mulai dari bersih pantai,bakti sosial,bakti kesehatan,donor darah,hingga pembagian makanan bergizi.

Dari kegiatan donor darah, terkumpul 23 kantong darah. Sementara pemeriksaan kesehatan diberikan kepada sekitar 50 warga.

Lanal Nunukan juga menyalurkan 150 paket sembako serta membagikan 100 boks makanan bergizi kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bahwa kekuatan TNI AL tidak hanya hadir ketika negara menghadapi ancaman,tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kehadiran negara.

Bagi Nunukan sebagai wilayah perbatasan dan kawasan yang memiliki posisi strategis di utara Indonesia,pesan HUT ke-81 TNI AL itu menjadi semakin relevan.

Kedaulatan tidak cukup dijaga dengan kekuatan fisik.Ia membutuhkan kesiapsiagaan,teknologi,sumber daya manusia yang unggul,kemampuan membaca perubahan, serta kedekatan dengan masyarakat.

Sebab laut terus berubah,ancaman terus berkembang dan zaman tidak pernah menunggu.Karena itu,menjaga kedaulatan maritim menuntut satu hal yang sama pentingnya dengan kekuatan’keberanian untuk terus bertransformasi. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.