Nunukan

Warga Sebatik Menjerit, Harga BBM Eceran Melambung Imbas Penutupan SPBU

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kini tengah menghimpit warga di Pulau Sebatik. Kondisi ini dipicu oleh tutupnya sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Pertamina di wilayah perbatasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, masyarakat terpaksa bergantung pada stok BBM eceran yang harganya kini melonjak drastis.

Lumpuhnya Distribusi Resmi

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik pengisian resmi APMS di Pulau Sebatik terlihat tidak beroperasi. Pintu masuk dipagari dengan rantai atau papan pengumuman yang menyatakan bahwa stok sedang kosong. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti penutupan serentak ini, namun hal ini langsung berdampak pada mobilitas warga.

Berita Terkait  Kapolres Nunukan Klarifikasi Isu Dua Polisi Kasus Narkoba Bebas: Masih Tunggu Proses Banding

BBM Eceran Jadi “Harta Karun” Mahal, Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pedagang eceran botolan. Karena menjadi satu-satunya sumber energi bagi kendaraan warga,harga jual BBM eceran meroket hingga mencapai angka yang dianggap tidak wajar oleh masyarakat.

Harga Normal: Rp10.000 – Rp12.000 per liter.

Harga Saat Ini: Mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per botol (tergantung ketersediaan stok di tangan pengecer).

Berita Terkait  PDGI Wilayah Kaltara Gelar Baksos di Perbatasan RI-Malaysia

Dampak pada Masyarakat

Kelangkaan ini tidak hanya menyulitkan pengendara pribadi, tetapi juga mulai melumpuhkan sektor ekonomi lainnya.Para tukang ojek, pedagang pasar, hingga nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk bekerja.

“Kami terpaksa beli yang botolan meski mahal sekali, daripada motor tidak jalan. Kalau Pertamina tutup terus begini, kami yang kerja di jalanan bisa rugi besar karena pendapatan habis cuma buat beli bensin,” ujar salah satu warga Sebatik Utara.

Berita Terkait  Camat Sebatik Barat Kukuhkan 88 Anggota Paskibraka Kec. Sebatik Barat

Harapan Warga

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak Pertamina segera turun tangan untuk mengecek kendala distribusi di Pulau Sebatik. Selain itu, masyarakat meminta adanya pengawasan terhadap harga BBM eceran agar tidak terjadi spekulasi harga yang semakin mencekik rakyat kecil di wilayah perbatasan. (Tim)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *