Nunukan

Lalai Bawa Bensin, Motor Penumpang Terbakar di Pelabuhan Feri Liang Bunyu Sebatik

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA – Insiden kebakaran mengejutkan warga dan calon penumpang di area parkiran Pelabuhan Penyeberangan Feri Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Minggu (11/1/2026) siang. Peristiwa ini terjadi tepat saat jadwal keberangkatan terakhir (Trip III) sekitar pukul 14.00 WITA.

Kronologi Kejadian
Kebakaran diduga kuat dipicu oleh kelalaian salah seorang calon penumpang. Berdasarkan keterangan di lapangan, api berasal dari barang bawaan penumpang berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang diangkut menggunakan kendaraan roda dua.

Berita Terkait  Rangkaian HUT Kabupaten Nunukan ke 25, Bupati Laura Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Nunukan 2024

Sifat bensin yang sangat mudah menguap dan terbakar memicu munculnya api di area parkiran pelabuhan, yang saat itu tengah dipadati kendaraan yang mengantre untuk naik ke kapal feri.

Peringatan Petugas Diabaikan
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sebatik Utara sekaligus PLT Dishub LLA Sebatik, Zainal Abidinsyah, menyayangkan terjadinya insiden ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur keselamatan dengan memberikan imbauan sebelum operasional dimulai.

“Sebelum kejadian, pihak kami sudah memberikan peringatan tegas kepada para calon penumpang agar tidak membawa BBM sebagai barang bawaan. Ini termasuk barang berbahaya (dangerous goods) yang sangat berisiko memicu kebakaran,” ujar Zainal.

Berita Terkait  Satu Korban Kapal Karam di Perairan Sebatik Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

Evaluasi Keselamatan
Meski api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke fasilitas pelabuhan lainnya atau ke badan kapal, insiden ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan keselamatan pelayaran.

Berita Terkait  Tinjau Korban Kebakaran di Krayan, Bupati Laura Pesan Untuk Lebih Waspada Saat Tinggalkan Rumah

Pihak otoritas pelabuhan mengimbau masyarakat untuk:

Tidak membawa bahan mudah terbakar (BBM, gas, bahan kimia) ke atas kendaraan saat menyeberang.

Mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Melaporkan jika melihat penumpang lain membawa barang yang mencurigakan atau berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap kerugian materiil akibat insiden tersebut. Operasional pelabuhan sempat mengalami sedikit keterlambatan namun kini telah berangsur normal. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *