Respons Keluhan Nelayan Soal Kelangkaan BBM, DPRD Nunukan Tinjau Langsung SPBU-N di Sebatik

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Menanggapi keluhan masyarakat nelayan terkait sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Nunukan melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Senin (2/2/2026).
Langkah ini diambil untuk melihat secara riil kondisi di titik distribusi dan mencari solusi atas krisis energi yang menghambat aktivitas ekonomi warga pesisir.
Kunjungan lintas komisi ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD,di antaranya Ketua Komisi II Andi Fajrul Syam SH., Sekretaris Komisi II Ramsah, Ketua Komisi I Dr. Andi Mulyono, SH., MH., serta Ketua Komisi III Ryan Antoni.
Rombongan memusatkan peninjauan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) yang berlokasi di Kecamatan Sebatik.
Dalam pertemuan tersebut, pemilik SPBU-N mengungkapkan bahwa persoalan utama di lapangan adalah terjadinya ketidakseimbangan yang signifikan antara ketersediaan stok BBM dengan jumlah nelayan yang terus bertambah. Akibatnya, pasokan yang ada saat ini seringkali habis dalam waktu singkat,membuat banyak nelayan tidak kebagian jatah untuk melaut.
Menyikapi temuan tersebut, pihak pengelola SPBU-N berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Nunukan segera mengambil langkah administratif yang konkret dan cepat.
“Pemilik SPBU PT Kaltara Energi Bahari meminta dengan sangat agar pemerintah daerah segera menyurat ke BPH Migas untuk meminta penambahan kuota BBM bagi nelayan. Saat ini, jatah yang ada sudah tidak mencukupi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” ungkap salah satu anggota DPRD di sela-sela peninjauan.

Ketua Komisi II, Andi Fajrul Syam, menegaskan bahwa hasil tinjauan lapangan ini akan segera ditindaklanjuti. DPRD berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah agar proaktif berkomunikasi dengan otoritas terkait demi memastikan kelancaran distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan.
“Kami melihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan.Masalah ini menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya para nelayan kita yang menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah pesisir. Penambahan kuota adalah solusi mendesak yang harus diperjuangkan ke pusat,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik terang bagi penyelesaian krisis BBM di wilayah Kabupaten Nunukan, khususnya di Pulau Sebatik, agar produktivitas nelayan kembali normal dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.
![]()
