Janji Tinggal Janji, Beberapa Wilayah di Desa Sungai Limau Masih Gelap dan Terisolir Meski Anggaran Disebut Sudah Ada

GEMAKALTARA.COM | Nunukan, Kalimantan Utara – Harapan warga di Desa Sungai Limau,Kecamatan Sebatik Tengah, kembali diuji. Meski wilayah tersebut disebut-sebut sudah masuk prioritas pembangunan bahkan pernah dinyatakan berada di peringkat pertama, realitas di lapangan justru berkata sebaliknya, listrik belum merata, jalan rusak dan fasilitas dasar masih jauh dari kata layak.
Kepala Desa Sungai Limau, Mardin, S.IP mengungkapkan kekecewaannya terhadap janji pembangunan yang hingga kini belum terealisasi. Ia menyebut bahwa sebelumnya sudah ada pernyataan bahwa anggaran untuk wilayah tersebut telah tersedia.

“Waktu itu sudah disampaikan bahwa anggaran sudah ada dan desa kami masuk prioritas.Tapi sampai sekarang, belum ada realisasi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Mardin.
Salah satu persoalan paling mendesak adalah listrik.nDari total 14 RT di wilayah Desa Sungai Limau, masih ada kawasan yang belum menikmati aliran listrik secara layak.Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga,mulai dari aktivitas rumah tangga hingga terbatasnya peluang ekonomi.
Selain itu, akses jalan juga menjadi keluhan utama. Jalan yang ada saat ini sebagian besar masih berupa campuran tanah dan material seadanya, yang semakin sulit dilalui saat musim hujan. Kondisi ini membuat mobilitas warga terhambat dan distribusi hasil ekonomi menjadi tidak maksimal.
“Jalan di sini sudah lama, kampung ini juga kampung lama. Tapi sampai sekarang masih seperti ini. Kalau jalan dibangun dengan baik, tentu akan membantu peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Mardin, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan listrik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan untuk merealisasikan janji yang telah disampaikan.
“Kami hanya berharap ada perhatian serius. Masyarakat di sini butuh bantuan nyata, bukan sekadar janji. Kalau fasilitas diperbaiki, ekonomi masyarakat pasti ikut meningkat,” tegasnya.
Kondisi Desa Sungai Limau menjadi potret nyata masih adanya ketimpangan pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan .Di tengah gencarnya narasi pemerataan pembangunan, warga di pelosok negeri masih harus berjuang dengan keterbatasan yang seharusnya sudah lama teratasi. (Ozzie)
![]()
