40 KK Kampung Table “Terisolir”Hidup Tanpa Listrik, Jalan Berlumpur Saat Hujan

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Nasib puluhan warga di Kampung Table Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan, masih jauh dari kata sejahtera. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di wilayah ini hidup dalam keterbatasan, terisolir dari akses pembangunan yang layak dibandingkan daerah lain di sekitarnya.
Hingga saat ini, Kampung Table belum menikmati aliran listrik. Saat malam tiba, warga hanya mengandalkan lampu seadanya, seperti pelita dan genset yang digunakan secara terbatas karena mahalnya biaya bahan bakar. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, menjadi sangat terbatas.

Selain minimnya penerangan, akses jalan menuju kampung tersebut juga memprihatinkan. Jalan yang ada masih berupa tanah dan belum tersentuh pembangunan memadai.Ketika musim hujan datang, kondisi jalan berubah menjadi becek dan licin, sehingga sulit dilalui kendaraan, bahkan pejalan kaki sekalipun.
“Kalau hujan, kami hampir tidak bisa keluar kampung. Jalan licin dan berlumpur, kadang harus jalan kaki cukup jauh untuk sampai ke titik yang bisa dilalui kendaraan,” ungkap salah seorang warga darman
Keterisolasian ini berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi hingga pelayanan kesehatan. Warga mengaku kesulitan membawa hasil kebun ke pasar, serta terkendala saat membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kecamatan Sebatik Tengah, di mana kondisi Kampung Table tertinggal cukup jauh. Beberapa wilayah sudah menikmati akses listrik dan jalan yang lebih baik, sementara Kampung Table masih berjuang dengan keterbatasan dasar.
Masyarakat setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar pembangunan infrastruktur dasar segera direalisasikan. Mereka mendambakan penerangan listrik dan perbaikan jalan sebagai kebutuhan mendesak demi meningkatkan kualitas hidup.
Kritik keras juga datang dari kalangan pemuda setempat. Darman Othay, pemuda Sebatik Tengah, mengaku miris melihat kondisi Kampung Table yang seolah luput dari perhatian.
““Kami hanya ingin seperti kampung lain, ada lampu dan jalan yang layak, sangat miris melihat kondisi Kampung Table di Desa Sungai Limau ini. Jalan tidak layak, ditambah lagi belum ada arus listrik. Saya sering melintasi jalan tersebut bersama warga, dan kondisinya memang sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Kondisi ini menjadi potret nyata masih adanya kesenjangan pembangunan di wilayah perbatasan. Diperlukan langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat,tanpa terkecuali,dapat merasakan hasil pembangunan secara merata. (Ozzy)
![]()
