Nunukan

BPJS Kesehatan dan Kerukunan NTT Nunukan Perkuat Perlindungan JKN Lewat Program Donasi

Bagikan ke

Yuliarsih Sahar: “Siapa Pun Bisa Berdonasi,Gotong Royong Menjamin Akses Kesehatan Masyarakat”

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA – Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Tarakan dan Kerukunan Keluarga Nusa Tenggara Timur (NTT) Kabupaten Nunukan melahirkan langkah nyata melalui Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),sebuah skema yang membuka ruang bagi masyarakat,organisasi,hingga dunia usaha untuk bersama-sama menjamin akses kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan JKN kepada keluarga penerima manfaat dari Kerukunan Keluarga NTT Kabupaten Nunukan yang berlangsung di Resto Puncak,Jalan Cut Nyak Dien,Kelurahan Nunukan Tengah, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada 13 Mei 2026 antara BPJS Kesehatan Cabang Tarakan dan Kerukunan Keluarga NTT Kabupaten Nunukan sebagai bentuk sinergi dalam memperluas kepesertaan Program JKN melalui mekanisme donasi iuran.

Penyerahan kartu kepesertaan bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol hadirnya kepedulian sosial yang memberikan kepastian perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau pembiayaan iuran JKN.

BPJS Kesehatan Cabang Tarakan,Yuliarsih Sahar,mengatakan kerja sama ini menjadi contoh bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,tetapi juga dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Berita Terkait  Plt Camat Sebatik Utara Ikuti Bimtek Call Taker dan Responder Layanan Darurat 112,Perkuat Respons Cepat Pemerintah

“Kerukunan Keluarga NTT bersama BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama untuk membantu membayarkan iuran JKN bagi warganya.Kesepakatan ini telah kami tandatangani pada 13 Mei lalu dan malam ini kami menindaklanjutinya dengan penyerahan simbolis kartu kepesertaan kepada para penerima manfaat,” ujar Yuliarsih.

Menurutnya,keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembiayaan iuran JKN merupakan implementasi nyata nilai gotong royong yang menjadi fondasi Program JKN sejak awal.

Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan melalui Program Donasi JKN,sebuah inovasi BPJS Kesehatan yang memungkinkan siapa pun menjadi donatur bagi peserta yang membutuhkan perlindungan kesehatan.

“Sebenarnya siapa pun bisa membantu membayarkan iuran JKN melalui Program Donasi. Tidak hanya perusahaan melalui program CSR,tetapi juga yayasan, komunitas, organisasi kemasyarakatan, bahkan masyarakat secara perorangan dapat menjadi donatur,” jelasnya.

Yuliarsih menilai semakin banyak pihak yang ikut bergabung,semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang bersedia menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama,Ketika niat baik dilakukan bersama,manfaatnya tentu akan jauh lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia pun mengajak organisasi sosial, lembaga keagamaan, komunitas hingga pelaku usaha mengikuti langkah Kerukunan Keluarga NTT Kabupaten Nunukan dalam mendukung keberlangsungan Program JKN.

Berita Terkait  Sinergi Kejari Nunukan dan Bapenda Pulihkan Ratusan Juta Rupiah Tunggakan Pajak Daerah

“Harapan kami,siapa pun dapat ikut berkontribusi.Kebaikan yang dilakukan bersama pasti akan membuka lebih banyak jalan untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Yuliarsih berharap seluruh masyarakat,khususnya keluarga besar NTT di Kabupaten Nunukan,dapat terlindungi oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Harapan kami dari BPJS Kesehatan,masyarakat Kabupaten Nunukan,khususnya keluarga besar NTT dapat terlindungi oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional sehingga memiliki kepastian akses terhadap pelayanan kesehatan kapan pun dibutuhkan,” tutupnya.

Sementara itu,Wakil Ketua I Kerukunan Keluarga Nusa Tenggara Timur Kabupaten Nunukan, Drs.AMBROSIUS LAWE TUKAN menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPJS Kesehatan yang menjadikan warga Kerukunan NTT sebagai bagian dari program donasi tersebut.

Menurutnya,kolaborasi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena memberikan kepastian perlindungan kesehatan kepada warga yang membutuhkan.

“Sebagai pengurus, saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah melalui BPJS Kesehatan yang telah menjadikan warga kami sebagai sasaran Program Donasi JKN.Ini merupakan program yang sangat baik karena melibatkan dukungan masyarakat dalam membantu sesama memperoleh jaminan kesehatan,” ujar Ambros.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap awal, tetapi dapat terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat.

Berita Terkait  PDGI Wilayah Kaltara Gelar Baksos di Perbatasan RI-Malaysia

“Kami berharap program ini benar-benar dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat. Dengan demikian, kesehatan masyarakat akan semakin terjamin dan kesejahteraan warga juga dapat meningkat,” katanya.

Gotong Royong untuk Mewujudkan UHC

Program Donasi JKN merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan yang mengedepankan nilai gotong royong sebagai fondasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional.Melalui skema tersebut,perusahaan,yayasan, organisasi kemasyarakatan, komunitas hingga individu dapat menjadi donatur dengan membantu membayarkan iuran peserta yang membutuhkan.

Kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Tarakan dan Kerukunan Keluarga NTT Kabupaten Nunukan menjadi contoh nyata bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya bergantung pada pemerintah,tetapi juga dapat diperkuat melalui kepedulian kolektif masyarakat.

Di tengah tantangan pemerataan akses layanan kesehatan,sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Nunukan sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai identitas bangsa.

Lebih dari sekadar menyerahkan kartu kepesertaan,kegiatan tersebut menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.Setiap iuran yang didonasikan bukan hanya membuka akses terhadap pelayanan kesehatan,tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan rasa aman,meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat solidaritas dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif bagi seluruh warga Indonesia. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *