Karhutla Kaltara Capai 2.639,99 Hektare,Gubernur Zainal Paliwang Turun Langsung ke Selimau

oleh -224 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | SELI­MAU —2.639,99 hektare.Seluas itulah kawasan di Kalimantan Utara yang telah ditangani akibat kebakaran hutan dan lahan hingga 4 September 2026.Di tengah ancaman api yang terus menjadi perhatian,Gubernur Kalimantan Utara Dr. Zainal A. Paliwang S.H.,M.Hum.,turun langsung ke Selimau,Sabtu (5/9/2026).

Bukan sekadar kunjungan seremonial.Gubernur datang untuk memastikan penanganan kebakaran benar-benar bergerak di lapangan dan seluruh kekuatan yang tersedia bekerja dalam satu komando koordinasi.

Di lokasi,BNPB,BPBD Provinsi Kalimantan Utara, BPBD kabupaten,TNI dan Polri terlibat dalam upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.

Personel gabungan dikerahkan menghadapi titik-titik kebakaran sekaligus melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya api baru.

Selimau menjadi salah satu titik yang kini mendapat perhatian serius.

Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mencatat luas kebakaran yang telah ditangani hingga 4 September 2026 mencapai 2.639,99 hektare.

Kawasan tersebut mencakup hutan produksi,hutan lindung dan Areal Penggunaan Lain (APL).

Angka ini menjadi alarm keras bahwa karhutla bukan persoalan musiman yang bisa diselesaikan hanya ketika api sudah membesar.

Setiap titik api memiliki potensi berkembang.Ketika terlambat ditangani,kebakaran dapat meluas dan meningkatkan risiko terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Api harus dilawan sebelum meluas.Pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran kembali terjadi.

Kehadiran Zainal Paliwang di Selimau memperlihatkan bahwa pemerintah daerah memilih turun langsung menghadapi persoalan,bukan hanya menunggu laporan perkembangan dari lapangan.

Koordinasi lintas lembaga terus diperkuat.Pemerintah daerah bersama BNPB,BPBD,TNI dan Polri bergerak melakukan penanganan sesuai peran masing-masing.

Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kebakaran.

Namun,upaya tersebut tidak akan cukup apabila sumber kebakaran terus bermunculan.Di sinilah peran masyarakat menjadi sangat menentukan.

Gubernur Zainal Paliwang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan,khususnya di kawasan hutan.

Pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan dapat menjadi pemicu kebakaran baru yang sulit dikendalikan.

“Jangan membakar lahan.Mari kita sama-sama menjaga hutan dan lingkungan.Pencegahan harus dimulai dari kita semua,”tegas Zainal.

Pesannya jelas’jangan menunggu petugas datang setelah api membesar.

Mencegah kebakaran jauh lebih penting daripada berjibaku memadamkannya ketika sudah meluas.

Dampak karhutla tidak berhenti pada kawasan yang terbakar.Ada lingkungan yang harus dilindungi,masyarakat yang harus dijaga,ekosistem yang harus dipertahankan,serta risiko jangka panjang yang harus dicegah.

Karena itu,penanganan karhutla harus dilakukan dari dua sisi sekaligus’memadamkan api yang sudah muncul dan mencegah api berikutnya.

Pemerintah bersama seluruh unsur terkait pun terus melakukan pengawasan dan penanganan di lapangan.

Kunjungan Gubernur Zainal Paliwang ke Selimau menjadi penegasan bahwa persoalan karhutla membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian.Aparat tidak dapat berada di setiap sudut hutan.Masyarakat pun tidak bisa menyerahkan sepenuhnya persoalan lingkungan kepada petugas.

Angka 2.639,99 hektare seharusnya menjadi peringatan bersama.

Sebab,yang sedang dipertaruhkan bukan hanya luas kawasan yang terbakar hari ini,tetapi keselamatan masyarakat dan masa depan lingkungan Kalimantan Utara.

Api bisa dipadamkan.Namun mencegahnya muncul kembali adalah tanggung jawab kita bersama. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.