
GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN —Plafon ruang kelas 3 SD Negeri 004 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ambruk pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 06.45 WITA.
Beruntung,tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena sekolah tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada hari itu.
Meski tak menimbulkan korban,ambruknya plafon menjadi alarm serius mengenai keselamatan dan kelayakan bangunan sekolah. Terlebih, pihak sekolah mengaku telah menemukan sejumlah persoalan pada beberapa bagian bangunan sebelum kejadian.
Saat dikonfirmasi media, Kepala SD Negeri 004 Sebatik Tengah, Sittiara Razak S.Pd.I, membenarkan peristiwa tersebut.
Pihak sekolah mengetahui waktu kejadian setelah memeriksa rekaman CCTV. Guru SDN 004 Sebatik Tengah, Muhammad Muslim, mengatakan rekaman tersebut memperlihatkan plafon ruang kelas 3 runtuh pada pagi hari.
“Setelah diperiksa melalui CCTV, ternyata ruang kelas 3 sudah ambruk di bagian dalam,” ujar Muslim.
Menurut pihak sekolah, sebelum plafon ambruk telah ditemukan kebocoran di beberapa bagian bangunan, terutama saat hujan deras.
Ruang kelas 3 dan kelas 6 disebut mengalami kebocoran. Bagian plafon di sekitar dapur dan toilet guru juga pernah mengalami kerusakan dan telah diperbaiki.
Kondisi tersebut, kata pihak sekolah, telah dilaporkan kepada dinas terkait. Sekolah juga berupaya menyiapkan anggaran perbaikan melalui dana BOS.
Namun, upaya perbaikan menghadapi kendala. Pihak sekolah kesulitan menemukan pekerja yang berani naik ke bagian atas plafon karena kondisi rangka yang dinilai mengkhawatirkan.
Selain kebocoran, pihak sekolah juga menyebut terdapat pintu yang mulai renggang atau bergeser, sambungan plafon yang terlihat terpisah, serta bagian tertentu yang mengalami keretakan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas bangunan. Namun, pihak sekolah menegaskan belum dapat memastikan apakah kerusakan tersebut berkaitan dengan persoalan konstruksi.
Sebab, hingga kini belum pernah dilakukan pemeriksaan teknis menyeluruh oleh tenaga ahli konstruksi.
“Kalau kami guru,kami tidak tahu masalah arsitek pembangunan itu,kualitas pembangunannya seperti apa,” kata Muslim.
Karena itu,dugaan mengenai kualitas konstruksi maupun penyebab ambruknya plafon belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi yang terlihat secara kasatmata.Kepastian penyebab membutuhkan pemeriksaan teknis oleh pihak yang memiliki kompetensi.
Menurut informasi dari pihak sekolah, bangunan tersebut dikerjakan pada 2023 melalui pekerjaan yang berkaitan dengan Cipta Karya.
Namun, sejumlah informasi penting terkait proyek tersebut masih perlu ditelusuri, termasuk kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, nilai pekerjaan, spesifikasi material, proses pengawasan serta status masa pemeliharaan bangunan.
Penelusuran tersebut penting untuk mengetahui apakah bangunan masih berada dalam masa pemeliharaan dan siapa pihak yang memiliki tanggung jawab apabila ditemukan persoalan teknis.

Pihak sekolah berharap pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada plafon yang ambruk.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap atap,plafon,dinding dan bagian struktur bangunan lainnya dinilai penting untuk memastikan keamanan ruang belajar.
Sekolah juga berencana mengusulkan anggaran perbaikan sembari menunggu penanganan lebih lanjut.
Ruang kelas 3 disebut masih akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setelah bagian plafon yang bermasalah dibuka dan ditangani sementara.
Namun,keputusan penggunaan kembali ruang tersebut idealnya tetap disertai kepastian mengenai aspek keselamatan.
Secara fakta,plafon ruang kelas 3 telah ambruk dan tidak ada korban karena kejadian berlangsung sebelum aktivitas sekolah.
Kebocoran dan kerusakan pada sejumlah bagian lain juga merupakan keterangan yang disampaikan pihak sekolah.
Tetapi,apakah seluruh kerusakan tersebut berkaitan dengan kualitas konstruksi atau menjadi penyebab ambruknya plafon, masih merupakan dugaan yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis.
Karena itu,pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait perlu segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan SDN 004 Sebatik Tengah.
Langkah tersebut bukan semata untuk mencari penyebab plafon ambruk,tetapi memastikan tidak ada bagian lain yang berpotensi membahayakan warga sekolah.
Sebab,yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah plafon atau anggaran perbaikan.
Ada siswa yang setiap hari belajar di dalamnya dan guru yang menjalankan tugas pendidikan.Keselamatan mereka harus menjadi prioritas sebelum persoalan serupa kembali terjadi. (Ozzie)
![]()






