NUNUKAN— Perayaan boleh berakhir,penonton boleh pulang dan panggung boleh kembali lengang.Namun,bagi para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan,pekerjaan belum selesai.Ketika kemeriahan pawai budaya HUT ke-27 Kabupaten Nunukan mereda,Sabtu(10/10/2026),mereka justru masih berjibaku memastikan lingkungan kembali bersih dan tertata.
Di tengah warna-warni pakaian adat,semarak pawai dan antusiasme masyarakat,ada pengabdian yang kerap luput dari sorotan.Mereka bukan orang-orang yang berdiri di atas panggung atau mendapat tepuk tangan dari kerumunan.Mereka adalah petugas yang tetap bekerja ketika sebagian besar orang telah membawa pulang kenangan dari sebuah perayaan.
Mereka bekerja dalam senyap,tetapi hasilnya dirasakan banyak orang.Bagi para petugas DLH,berakhirnya sebuah acara bukan berarti tugas telah usai.Sisa kegiatan harus dibersihkan,sampah harus ditangani dan ruang publik perlu dikembalikan ke kondisi yang bersih serta nyaman bagi masyarakat.
Pekerjaan itu mungkin terlihat sederhana.Namun,di balik setiap langkah dan tangan yang bergerak memungut sampah,ada tanggung jawab, ketekunan dan kepedulian terhadap lingkungan.Mereka memastikan kemeriahan hari jadi daerah tidak berhenti sebagai sebuah tontonan,tetapi juga menyisakan kenyamanan bagi warga yang menggunakan ruang publik setelahnya.
Kehadiran petugas DLH hingga penghujung kegiatan menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pawai budaya.Sebab,keberhasilan sebuah perayaan tidak semata-mata diukur dari megahnya acara,banyaknya peserta,atau meriahnya sambutan masyarakat.Ada hal lain yang tak kalah penting’bagaimana kebersihan dan ketertiban lingkungan tetap terjaga setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Di titik inilah kerja para petugas kebersihan layak mendapat perhatian.
Mereka mungkin tidak disebut dalam sambutan,tidak menjadi pusat perhatian kamera dan tidak selalu menerima ucapan terima kasih secara langsung.Namun,tanpa pekerjaan mereka,upaya menjaga kebersihan ruang publik setelah kegiatan besar tentu menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu,apresiasi kepada para petugas DLH bukan sekadar ungkapan terima kasih.Penghargaan tersebut semestinya diwujudkan melalui perhatian terhadap kesejahteraan,kelayakan fasilitas kerja,perlindungan keselamatan,serta dukungan yang memadai bagi mereka yang setiap hari berhadapan langsung dengan persoalan kebersihan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Nunukan juga memiliki ruang untuk terus memperkuat budaya penghargaan terhadap pekerjaan yang sering kali berlangsung di balik layar.Sebab,kota dan daerah yang tertata tidak hanya dibangun melalui kegiatan besar,tetapi juga melalui pekerjaan sehari-hari yang dilakukan dengan tekun dan penuh tanggung jawab.
Namun,menjaga kebersihan bukan semata-mata tugas DLH.Masyarakat,peserta pawai,penyelenggara dan seluruh pengunjung memiliki tanggung jawab yang sama.Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga fasilitas umum merupakan bentuk kepedulian sederhana yang dapat meringankan pekerjaan para petugas kebersihan.
HUT ke-27 Kabupaten Nunukan seharusnya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa mencintai daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan kemeriahan.Cinta terhadap daerah juga tercermin dari kesediaan setiap orang untuk menjaga kebersihan,merawat ruang publik dan menghargai mereka yang bekerja demi kepentingan bersama.
Pada akhirnya,sebuah perayaan akan selesai,panggung akan dibongkar dan keramaian akan berlalu.Yang tersisa bukan hanya foto dan kenangan,tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
“Di balik riuhnya pawai budaya,ada tangan-tangan yang terus bekerja.Di balik meriahnya hari jadi daerah ada pengabdian yang tidak selalu terlihat.
Mereka adalah para petugas kebersihan DLH Kabupaten Nunukan—orang-orang yang mungkin tidak mendapatkan banyak sorotan,tetapi pekerjaannya memiliki arti nyata bagi masyarakat.
Sebab,daerah yang hebat bukan hanya daerah yang mampu menggelar perayaan dengan meriah.Daerah yang hebat adalah daerah yang mampu menghargai setiap orang yang bekerja untuk menjaganya,termasuk mereka yang tetap bertugas ketika tepuk tangan telah berhenti dan keramaian telah pergi.
Pahlawan kebersihan mungkin tidak berdiri di panggung perayaan.Namun,melalui kerja mereka,wajah daerah tetap terjaga. ( Ozzie )







