Sepekan Terbaring di Rumah, Lansia di Nunukan Ditemukan Meninggal Dunia

oleh -464 Dilihat
oleh

NUNUKAN— Tak ada yang menyangka,di balik pintu sebuah rumah di Jalan Pattimura,Gang Agape,RT 001,Kelurahan Nunukan Timur,Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara,tersimpan peristiwa memilukan.Rohani (68),seorang perempuan lanjut usia yang sehari-hari berjualan buah di sekitar Jembatan Pasar Pagi,ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh telah membusuk,Kamis (15/10/2026) sore.

Peristiwa ini menyita perhatian karena korban diduga telah meninggal sejak sepekan sebelumnya,tanpa segera diketahui warga sekitar.Kepastian mengenai waktu kematian masih mengacu pada keterangan awal saksi,bukan hasil penentuan medis.

Rohani diketahui tinggal berdua dengan anaknya,Rahman,yang bekerja sebagai tukang urut keliling.Keduanya menempati rumah sederhana di kawasan tersebut.

Terungkapnya peristiwa itu bermula ketika Nanang Kusmanto menanyakan keberadaan Rohani kepada Rahman.Nanang mengaku sudah lama tidak melihat perempuan lanjut usia tersebut.

Saat ditanya mengenai keadaan ibunya,Rahman menjawab bahwa Rohani telah meninggal dunia.Jawaban itu mendorong Nanang mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya,sebelum menghubungi pihak kepolisian.

Informasi tersebut kemudian menyebar di lingkungan sekitar.Warga dan petugas berdatangan ke lokasi, sementara kejadian itu dilaporkan ke Polres Nunukan untuk penanganan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan Rohani ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur beralaskan kayu.Tubuhnya tertutup tiga lapis kain,masing-masing selimut,sarung dan daster.

Petugas juga menemukan sejumlah obat di sekitar korban,termasuk obat pereda nyeri.Saat ditemukan,kondisi jenazah telah mengalami pembusukan.

Berdasarkan pemeriksaan awal secara visual,tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang terlihat pada tubuh korban.Namun,kondisi jenazah yang telah membusuk membuat pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya tanda kekerasan menjadi terbatas.

Dokter Herdin,yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah,dalam keterangan awal penanganan perkara menyatakan tanda-tanda kekerasan tidak dapat dipastikan karena kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan.

Karena itu,dugaan bahwa Rohani meninggal akibat penyakit yang dideritanya belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.Kesimpulan tersebut harus mengacu pada hasil pemeriksaan medis dan informasi resmi dari pihak berwenang.

Kepada polisi,Rahman menerangkan bahwa ia menduga ibunya telah meninggal pada Kamis (8/10/2026),sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat itu,ia melihat Rohani terbaring di rumah.Rahman mengaku mengira ibunya masih tidur,lalu menyelimutinya menggunakan sarung.

Dalam keterangannya,Rahman menyebut ibunya memiliki riwayat penyakit diabetes dan stroke.Ia juga mengakui tidak segera menyampaikan kondisi ibunya kepada tetangga.

Rahman mengatakan dirinya merasa tidak enak kepada warga sekitar.Ia kemudian membiarkan jenazah tetap berada di dalam rumah dengan ditutupi sarung dan selimut,dengan maksud agar bau dari jenazah tidak tercium oleh tetangga.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian informasi yang dihimpun polisi untuk memahami keadaan sebelum penemuan jenazah. Motif dan keseluruhan peristiwa tetap perlu ditempatkan berdasarkan hasil pemeriksaan,tanpa mendahului kesimpulan pihak berwenang.

Meski pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang terlihat,polisi belum dapat memastikan penyebab kematian Rohani.Pembusukan pada jenazah menjadi kendala dalam menentukan kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.

Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan lebih lanjut dapat dilakukan apabila ditemukan fakta baru yang memerlukan pendalaman.

Rohani direncanakan dimakamkan oleh keluarganya di tempat pemakaman Kampung Rambutan, Kelurahan Nunukan Timur.

Peristiwa ini menyisakan duka sekaligus keprihatinan.Seorang perempuan lanjut usia yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan buah mengakhiri hidupnya di rumah,sementara keberadaannya baru menjadi perhatian setelah seorang warga menanyakan kabarnya.

Di tengah proses penanganan perkara,kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap orang-orang di sekitar,terutama warga lanjut usia yang rentan dan membutuhkan perhatian.Sapaan sederhana,kunjungan singkat,atau keberanian melaporkan keadaan yang tidak biasa dapat menjadi bagian penting dari kepedulian sosial.

Adapun mengenai penyebab pasti kematian Rohani,kepastian tetap menunggu hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab,di balik peristiwa yang mengundang keprihatinan ini,fakta harus tetap menjadi pijakan agar duka tidak berkembang menjadi prasangka.( Ozzie )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.