Nunukan

Sampah Pesisir Batu Lamampu Viral, Kades Tanjung Karang Soroti Keterbatasan Anggaran dan Regulasi

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Persoalan sampah plastik yang mencemari pesisir Pantai Batu Lamampu kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.Kepala Desa Tanjung Karang Faizal SE, mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah desa,terutama di tengah keterbatasan anggaran dan belum adanya payung hukum terkait retribusi pengelolaan sampah.

Faizal menegaskan, pemerintah desa bersama lintas sektor sebenarnya telah berulang kali melakukan upaya pembersihan kawasan pesisir. Kegiatan itu melibatkan unsur TNI,Polri,pemerintah kecamatan,hingga masyarakat setempat,Namun intensitas pembersihan belum bisa dilakukan secara rutin setiap pekan.

“Kami tidak tinggal diam.Kerja bakti terus kami lakukan bersama lintas sektor.Tapi kami juga harus realistis, kemampuan anggaran desa sangat terbatas,sehingga tidak memungkinkan dilakukan setiap minggu,” ujarnya.

Berita Terkait  UPT LLA Sebatik Dishub Nunukan Lakukan Penertiban Tumpukan Material di Jalan

Menurutnya,sebagian besar kegiatan penanganan sampah masih bergantung pada swadaya masyarakat.Di sisi lain,pemerintah desa belum berani menarik retribusi dari aktivitas wisata karena belum adanya Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur secara resmi.

“Kami tidak ingin menyalahi aturan.Penarikan retribusi tanpa dasar hukum sangat berisiko.Saat ini kami sedang menyusun Perdes sebagai landasan agar pengelolaan ke depan lebih terstruktur,” kata Faizal.

Ia menjelaskan,keberadaan regulasi tersebut nantinya akan menjadi instrumen penting untuk mendukung pembiayaan pengelolaan sampah,mulai dari penyediaan sarana prasarana hingga tenaga kebersihan.

Permasalahan sampah di Batu Lamampu,lanjutnya juga diperparah oleh faktor alam. Arus laut saat pasang kerap membawa sampah kiriman dari luar wilayah yang kemudian terdampar di pesisir saat air surut.

Berita Terkait  MTQ ke XIII Kec. Sebatik Timur Tahun 2024 Sukses, Kades Bukit Aru Indah Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

“Ini bukan hanya sampah lokal. Saat pasang,sampah dari berbagai wilayah terbawa arus dan menumpuk di pantai.Jadi meskipun hari ini dibersihkan, besok bisa kembali kotor,” jelasnya.

Kondisi tersebut semakin kompleks seiring meningkatnya kunjungan wisata,terutama pada momen hari besar dan musim liburan, yang turut menambah volume sampah di kawasan tersebut.

Meski menghadapi berbagai kendala, Faizal memastikan komitmen pemerintah desa untuk menjaga kebersihan kawasan wisata tetap berjalan. Ia menyebut dalam waktu dekat pihaknya kembali akan menggelar kerja bakti bersama aparat dan masyarakat.

Berita Terkait  Respon Cepat Laporan Warga, Aparat Tertibkan Aktivitas Balap Liar di Sebatik Utara

“Kami sudah berkoordinasi dengan Babinsa.Insya Allah dalam waktu dekat,kami akan turun lagi melakukan pembersihan bersama,” ujarnya.

Sebagai salah satu destinasi wisata yang telah masuk dalam kalender kegiatan daerah,ia berharap adanya dukungan lebih konkret dari pemerintah,khususnya dalam hal penguatan anggaran.

“Kami sangat berharap ada intervensi anggaran agar pengelolaan ini bisa berkelanjutan.Kecamatan selama ini sudah mendampingi,namun ke depan perlu dukungan yang lebih kuat,” katanya.

Farizal juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam kebijakan penarikan retribusi agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Retribusi ini sensitif.Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan,agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun persepsi negatif di publik,” pungkasnya. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *