NunukanSebatik

Camat Sebatik Timur Pimpin Pembentukan PPIH, Tegaskan Peran Strategis sebagai Pusat Layanan Haji Se-Pulau Sebatik

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK (20/04/2026) – Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur bergerak cepat memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.Melalui rapat pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tingkat kecamatan yang digelar pukul 13.30 WITA,Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, SE,memimpin langsung konsolidasi lintas sektor guna menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji se-Pulau Sebatik.

Rapat berlangsung serius dan penuh komitmen,dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan(Forkopimcam) serta berbagai instansi strategis,mulai dari TNI-Polri, Brimob,Satgas Marinir Pengamanan Ambalat,PLBN Sei Nyamuk,UPP Syahbandar Kelas III Sei Nyamuk,Balai Kekarantinaan Kesehatan Wilker Sebatik Kelas I Tarakan, KUA,pemerintah desa,tenaga kesehatan,hingga tokoh agama.

Dalam arahannya,Camat Zainal menegaskan bahwa pembentukan PPIH bukan sekadar rutinitas administratif,melainkan fondasi utama dalam menjamin kelancaran seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Berita Terkait  Wisuda ke 9, STIT Ibnu Khaldun Nunukan Luluskan 68 Wisudawan dan Wisudawati

“Ini bukan sekadar administrasi.Ini tentang kesiapan kita melayani tamu Allah.Kecamatan Sebatik Timur dipercaya sebagai pusat layanan jemaah haji se-Pulau Sebatik.Artinya kita harus bekerja lebih terukur,lebih cepat dan lebih solid,” tegasnya.

Ia menjelaskan, PPIH tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan,mulai dari pendataan dan verifikasi jemaah,pemeriksaan kesehatan,pelaksanaan manasik,hingga pengaturan teknis pemberangkatan dan pengawalan di lapangan.

Dari sisi pengamanan, unsur TNI-Polri bersama Brimob, Satgas Marinir dan Danposal Sei Nyamuk menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga stabilitas serta kelancaran seluruh tahapan kegiatan,khususnya pada momen krusial seperti keberangkatan dan penjemputan jemaah.

Wakapolsek Sebatik Timur, IPDA Misni mengingatkan pentingnya pengelolaan massa pengantar dan penjemput yang kerap menjadi titik rawan.

“Pengalaman menunjukkan, tantangan sering muncul dari keluarga pengantar dan penjemput.Ini harus kita atur dengan baik agar tidak mengganggu keamanan dan kelancaran proses,” ujarnya.

Berita Terkait  KP WIBISANA 7013 KEGIATAN SAMBANG NUSA DI PULAU SEBATIK

Sementara itu, sektor kesehatan melalui Puskesmas dan Balai Kekarantinaan Kesehatan memastikan kesiapan maksimal dalam pemeriksaan dan pendampingan kesehatan jemaah,guna menjamin kondisi fisik yang prima sebelum keberangkatan.

Tokoh agama,Lasidi S.Pd.I, turut menyoroti pentingnya ketertiban dalam pengelolaan logistik jemaah.

“Pendataan barang bawaan harus detail dan tertib.Hal-hal kecil sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar jika diabaikan,” ungkapnya.

Rapat ini tidak hanya menjadi forum koordinasi,tetapi juga momentum konsolidasi lintas sektor untuk menyatukan langkah,memperkuat komunikasi serta mengantisipasi berbagai potensi kendala sejak dini.

Berita Terkait  Upacara HUT - RI yang ke 80 Dilaksanakan di PLBN Sebatik

Diketahui,jumlah jemaah haji asal Pulau Sebatik tahun ini mencapai 84 orang,terdiri dari 36 laki-laki dan 48 perempuan. Dengan jumlah tersebut,sistem pelayanan yang terintegrasi dan solid menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan.

Penetapan Kecamatan Sebatik Timur sebagai pusat layanan haji se-Pulau Sebatik menjadi tantangan sekaligus kehormatan.Pemerintah kecamatan pun menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang profesional,humanis dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Dengan sinergi kuat lintas sektor yang telah terbangun,seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini diharapkan dapat berjalan aman, tertib,lancar dan penuh keberkahan—sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *