Pemuda Tanjung Karang Ancam Aksi Lebih Besar, Nilai Tak Ada Solusi dalam Kasus Mawar

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA — Polemik dugaan pengusiran seorang warga Tanjung Karang bernama Mawar dari rumah yang selama ini ditempatinya di kawasan perumahan kecamatan terus memanas. Pemuda Tanjung Karang mengancam akan menggelar demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila Pemerintah Kecamatan Sebatik tidak segera memfasilitasi mediasi dan memberikan kepastian penyelesaian terhadap persoalan tersebut.
Ancaman itu disampaikan perwakilan Pemuda Tanjung Karang, Yusri, S.E,busai menghadiri pertemuan di Kantor Kecamatan Sebatik

Menurutnya, masyarakat yang datang berharap memperoleh solusi konkret, namun pulang tanpa hasil yang jelas.
“Kami datang membawa kepentingan masyarakat dan berharap ada respons yang baik dari pemerintah kecamatan. Namun kenyataannya tidak sesuai harapan. Kami bersama masyarakat harus menunggu kurang lebih satu jam sebelum akhirnya diterima,” kata Yusri, Senin (1/6/2026)
Ia mengaku mempertanyakan sikap pemerintah kecamatan yang dinilai tidak segera membuka ruang komunikasi dengan warga yang datang menyampaikan aspirasi.
“Kami masih memilih pendekatan persuasif, tetapi jika tidak ada langkah mediasi maupun penyelesaian, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih banyak daripada aksi sebelumnya. Kami memastikan hak masyarakat Tanjung Karang akan terus kami perjuangkan,” tegasnya.
Yusri menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di kantor kecamatan tidak menghasilkan keputusan maupun langkah penyelesaian terhadap persoalan yang dipersoalkan warga.
Menurutnya,masyarakat hanya dipertemukan dalam sebuah ruangan dan menerima penyampaian permohonan maaf,tanpa adanya solusi yang ditawarkan kepada pihak yang merasa dirugikan.
“Pada dasarnya tidak ada rapat yang menghasilkan keputusan.Kami hanya diundang masuk ke ruangan dan ada penyampaian permohonan maaf.Setelah itu tidak ada solusi yang keluar.Jadi sampai sekarang tidak ada hasil,” ujarnya.
Ia juga menyebut hingga saat ini belum ada tanda-tanda maupun langkah konkret dari pihak kecamatan untuk mempertemukan seluruh pihak melalui mekanisme mediasi.
“Saya masih terus berkomunikasi dengan korban.Sampai hari ini belum ada langkah dari kecamatan untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Menurut Yusri, polemik bermula setelah terjadi pergantian kunci atau gembok rumah yang ditempati Mawar tanpa sepengetahuan penghuni.
Ia menanggapi pernyataan Camat Sebatik Timur yang sebelumnya menyebut tidak pernah mengusir warga secara lisan maupun tertulis.
“Memang tidak ada pengusiran secara lisan ataupun tertulis.Tetapi tindakan mengganti gembok rumah tanpa sepengetahuan warga yang tinggal di situ bisa dianggap lebih dari sekadar pengusiran. Karena itu kami meminta agar persoalan ini dimediasi,” ujarnya.
Yusri menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber, Mawar telah menempati rumah tersebut sejak masa camat sebelumnya dan tinggal di lokasi itu dengan izin yang diberikan oleh pejabat terdahulu.
“Ibu Mawar tidak tiba-tiba tinggal di sana. Beliau menempati rumah itu karena ada izin dari camat sebelumnya. Ketika terjadi pergantian camat, mungkin ada kebijakan yang berbeda, tetapi menurut kami langkah mengganti kunci rumah secara tiba-tiba bukan cara yang tepat, seharusnya bisa dikomunikasikan secara persuasif terlebih dahulu,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Mawar merupakan warga Tanjung Karang dan selama ini memang berdomisili di rumah yang menjadi objek sengketa tersebut.
Selain menyoroti prosedur yang dinilai tidak tepat, Pemuda Tanjung Karang juga menekankan aspek kemanusiaan dalam persoalan tersebut.
Menurut Yusri, pihaknya berharap pemerintah kecamatan dapat membuka ruang dialog yang melibatkan seluruh pihak agar ditemukan jalan tengah yang tidak merugikan siapa pun.
“Kami tidak ingin persoalan ini terus membesar. Yang kami minta sederhana, duduk bersama dan mencari solusi.Kalau memang ada kebijakan baru, sampaikan dengan baik. Jangan sampai muncul tindakan yang kemudian menimbulkan kesan masyarakat diabaikan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait Mawar masih belum menemukan titik temu. Pemuda Tanjung Karang menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut dan membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tidak ada langkah mediasi dari Pemerintah Kecamatan Sebatik dalam waktu dekat. (Tim***)
![]()
