MBG di Sebatik Timur Terhenti, Ribuan Siswa Tak Lagi Terima Makanan Bergizi Gratis

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu penopang pemenuhan gizi peserta didik di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, dilaporkan terhenti sementara. Kondisi tersebut diduga terjadi setelah operasional sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan akibat belum cairnya anggaran operasional.
Akibat penghentian tersebut,ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang sebelumnya rutin menerima manfaat Program MBG kini tidak lagi mendapatkan distribusi makanan bergizi sebagaimana biasanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan,sejumlah sekolah yang terdampak penghentian sementara program tersebut antara lain SDN 01 Sebatik Timur,SDN 02 Sebatik Timur,SDN 03 Sebatik Timur,SDIT Al Huda,MI Alkhairaat Sebatik Timur,MI Al-Amin,MI Nurul Iman,MI As’Adiyah,MTs YIIPS,MTs As’Adiyah,SMP Alkhairaat Sebatik Timur,MA YIIPS serta MA As’Adiyah.
Informasi penghentian operasional SPPG diketahui setelah beredarnya pemberitahuan kepada para penanggung jawab (PIC) sekolah dan penerima manfaat melalui grup komunikasi yang digunakan untuk koordinasi program.
Salah seorang guru sekaligus orang tua murid, Asdar mengatakan bahwa penghentian sementara tersebut disebabkan belum tersedianya anggaran operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan dapur gizi.
“Dari informasi yang kami terima,operasional SPPG Sebatik Timur dihentikan sementara karena anggaran operasional belum cair.Akibatnya,program MBG yang selama ini berjalan di sejumlah sekolah terpaksa berhenti untuk sementara waktu,” ujarnya kepada media ini.
Dalam pemberitahuan yang beredar kepada pihak sekolah, disebutkan bahwa seluruh kegiatan operasional SPPG Sebatik Timur untuk sementara tidak dapat dilaksanakan hingga pendanaan operasional tersedia.
“Diberitahukan kepada seluruh PIC sekolah bahwa kegiatan operasional SPPG Sebatik Timur dihentikan sementara. Hal ini dikarenakan anggaran operasional belum cair sehingga kegiatan belum dapat berjalan sebagaimana mestinya,” demikian bunyi pemberitahuan tersebut.
Pihak pengelola juga meminta seluruh sekolah penerima manfaat untuk menunggu informasi lanjutan terkait jadwal operasional berikutnya.Program MBG disebut akan kembali berjalan setelah kebutuhan anggaran terpenuhi.
Terhentinya distribusi makanan bergizi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan tenaga pendidik. Pasalnya, program tersebut selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu sumber tambahan asupan gizi bagi peserta didik,khususnya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi anak.
Asdar berharap pemerintah serta instansi terkait dapat segera memberikan kejelasan mengenai kondisi tersebut dan mengambil langkah percepatan agar layanan kembali berjalan.
“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh anak-anak.Kami berharap persoalan anggaran dapat segera diselesaikan sehingga distribusi makanan bergizi bisa kembali berjalan normal dan siswa kembali menerima manfaatnya,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan,belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG Sebatik Timur maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti keterlambatan anggaran serta kapan operasional dapur gizi akan kembali dibuka.
Penghentian sementara Program Makanan Bergizi Gratis ini menjadi perhatian masyarakat Sebatik Timur. Selain menyangkut keberlangsungan salah satu program prioritas pemerintah,kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap ribuan siswa yang selama ini mengandalkan MBG sebagai tambahan asupan gizi selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (Ozzie)
![]()
