Sebatik

Dari Tanah Suci ke Perbatasan, 83 Jemaah Haji Sebatik Tiba dengan Selamat

Bagikan ke

Pemerintah, PLBN, TNI-Polri dan masyarakat sambut kepulangan para tamu Allah yang kembali dari Tanah Suci setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji Tahun 1448 Hijriah.

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Tangis haru,pelukan hangatdan lantunan doa syukur mewarnai suasana di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, Jumat (19/6/2026).

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci dan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, sebanyak 83 jemaah haji asal Pulau Sebatik akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran mereka dalam keadaan sehat dan selamat.

Momen kepulangan itu menjadi peristiwa yang penuh makna bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Bagi keluarga yang telah berbulan-bulan menanti,kedatangan para jemaah bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan panjang,melainkan jawaban atas doa-doa yang terus dipanjatkan sejak keberangkatan mereka menuju Baitullah.

Sejak Siang halaman PLBN Sebatik dipadati keluarga dan kerabat yang datang untuk menyambut orang-orang tercinta.Wajah-wajah penuh kerinduan tampak menunggu dengan sabar.Ketika rombongan jemaah tiba,suasana berubah menjadi lautan kebahagiaan.Air mata tak terbendung,pelukan erat saling bertaut,sementara ucapan syukur terus terucap dari bibir para keluarga yang akhirnya dapat kembali berkumpul dengan sanak saudara mereka.

Di wilayah yang menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu,kepulangan para tamu Allah memiliki makna yang lebih luas dari sekadar seremoni penyambutan.Momentum tersebut menjadi simbol keberhasilan pelayanan ibadah haji sekaligus bukti nyata hadirnya negara melalui kolaborasi berbagai institusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga ke kawasan perbatasan.

Berita Terkait  Pengemudi Mobil Mengaku Dikejar Orang Tak Dikenal di Penurunan Bukit Pertamina Aji Kuning

Mewakili Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Haji (PPH) Pulau Sebatik,Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah,S.E., menyampaikan rasa syukur atas kembalinya seluruh jemaah dalam keadaan sehat serta mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

“Alhamdulillah, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena seluruh jemaah haji asal Pulau Sebatik dapat menyelesaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat.Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan para jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur,” ujarnya.

Menurut Zainal,keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang sejak awal menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah haji bukan hanya tanggung jawab satu instansi,melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor mulai dari tahap persiapan,keberangkatan,pelaksanaan di tanah air hingga proses kepulangan kembali ke daerah asal.

“Keberhasilan ini adalah hasil kebersamaan.Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga seluruh rangkaian pelayanan dapat berjalan aman,tertib dan lancar,” katanya.

Apresiasi tersebut disampaikan kepada seluruh unsur yang terlibat,termasuk PLBN Sebatik,TNI,Polri,Satuan Polisi Pamong Praja,Dinas Perhubungan,Balai Karantina Kesehatan,Puskesmas Sungai Nyamuk,panitia penyelenggara serta berbagai pihak lainnya yang memberikan dukungan tanpa mengenal waktu demi memastikan kenyamanan dan keselamatan para jemaah.

Berita Terkait  UNAIR dan UMS Perkuat Kajian Perikanan Perbatasan Melalui Community Empowerment Program di Sebatik

“Semoga segala tenaga,waktu,pikiran dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah serta mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” tambahnya.

Lebih jauh, Zainal berharap para jemaah yang telah kembali dari Tanah Suci mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kesabaran,keikhlasan, persaudaraan dan kepedulian sosial yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.

“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci,tetapi perjalanan spiritual yang membentuk karakter dan memperkuat keimanan.Kami berharap para haji dan hajjah dapat menjadi penguat persatuan,penjaga kerukunan,serta contoh dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Sementara itu,Kepala PLBN Sebatik Hariman Latuconsina,S.STP.,menyampaikan rasa bangga karena PLBN Sebatik dapat menjadi bagian dari proses penyambutan jemaah haji yang kembali dari Tanah Suci.

Menurutnya, kepulangan para jemaah bukan hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga,tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Pulau Sebatik yang selama ini turut mendoakan kelancaran ibadah mereka.

“Kami turut bersyukur atas kembalinya seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh makna sehingga kepulangan para jemaah menjadi kebahagiaan yang patut disyukuri bersama,” ujarnya.

Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran PLBN Sebatik,Hariman juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan,Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH),pemerintah kecamatan,aparat keamanan,tenaga kesehatan serta seluruh instansi yang telah bersinergi menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Berita Terkait  Pertamina di Pulau Sebatik Mendadak Tutup,BBM Langka dan Harga Eceran Tembus Rp20 Ribu per Liter

Menurutnya,keberhasilan pelayanan haji di wilayah perbatasan menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antarlembaga mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional,efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji asal Pulau Sebatik.Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan,keberkahan dan perlindungan kepada kita semua,” katanya.

Menjelang berakhirnya acara penyambutan,suasana haru kembali menyelimuti lokasi.Sejumlah jemaah terlihat memeluk anak,cucu dan anggota keluarga yang selama ini hanya dapat berkomunikasi melalui sambungan telepon.Beberapa di antaranya tak mampu menyembunyikan air mata kebahagiaan setelah berhasil menunaikan rukun Islam kelima dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat.

Kepulangan 83 jemaah haji asal Pulau Sebatik tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan suci di Tanah Haram.Namun lebih dari itu,momentum ini juga menandai dimulainya pengabdian baru di tengah masyarakat.Sebab,kemabruran haji sejatinya tercermin dalam sikap,perilaku dan kontribusi nyata bagi lingkungan sosial setelah kembali ke kampung halaman.

Dari kawasan perbatasan yang menjadi wajah terdepan Indonesia,penyambutan hangat terhadap para jemaah haji ini menghadirkan pesan kuat tentang arti kebersamaan,pelayanan dan gotong royong.Sebuah gambaran bahwa di ujung utara Kalimantan,semangat persaudaraan dan kepedulian sosial tetap tumbuh kokoh,mengiringi kepulangan para tamu Allah yang kembali membawa keberkahan bagi keluarga,masyarakat dan daerahnya. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *