Sebatik

Di Tengah Haru Kepulangan Haji Sebatik, Satu Jemaah Masih Jalani Perawatan di Makkah

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Kepulangan jemaah haji asal Pulau Sebatik tahun ini disambut dengan rasa syukur dan haru yang mendalam.Setelah menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci dan menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji,para jemaah akhirnya kembali ke tanah air,membawa cerita tentang ikhtiar,pengorbanan dan doa yang telah dipanjatkan di hadapan Baitullah.

Namun di balik kebahagiaan itu,masih ada satu kepulangan yang belum sempurna.

Seorang jemaah haji asal Sebatik,Hj.Fatimah Kadi,hingga kini belum dapat bergabung bersama rombongan yang telah tiba di kampung halaman.Ia masih berada di Kota Makkah,Arab Saudi,untuk menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan di bawah pendampingan tim medis Indonesia.

Kabar tersebut menjadi perhatian sekaligus doa bersama bagi keluarga, kerabat dan masyarakat perbatasan yang sejak awal mengikuti perjalanan para tamu Allah dari wilayah paling utara Kalimantan itu.

Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan,H.Sayid Abdullah,menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan seluruh jemaah mampu menuntaskan rangkaian ibadah sesuai ketentuan. Namun kondisi kesehatan Hj.Fatimah mengharuskannya menunda kepulangan demi menjalani perawatan lebih lanjut.

Berita Terkait  40 KK Kampung Table "Terisolir"Hidup Tanpa Listrik, Jalan Berlumpur Saat Hujan

“Alhamdulillah seluruh jemaah telah menyelesaikan ibadah haji dengan baik.Saat ini hanya satu jemaah atas nama Hj.Fatimah yang masih menjalani perawatan sehingga belum dapat kembali bersama rombongan,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026)

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga,Hj.Fatimah sempat mengalami penurunan kondisi fisik setelah menyelesaikan tahapan puncak ibadah haji.Ia kemudian mendapatkan penanganan medis di Saudi German Hospital Makkah sebelum kondisinya berangsur membaik.

Saat ini,Hj.Fatimah telah dipindahkan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk menjalani observasi dan proses pemulihan lanjutan.Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kondisi kesehatannya benar-benar stabil sebelum diperkenankan melakukan perjalanan pulang ke Indonesia.

Di Sebatik,keluarga terus menanti setiap kabar yang datang dari Tanah Suci.Jarak ribuan kilometer tidak menghalangi harapan yang terus dipanjatkan agar perempuan yang telah menyempurnakan rukun Islam kelima itu segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta.

“Alhamdulillah,kondisi nenek terus menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit,sekarang beliau sudah berada di Klinik Kesehatan Haji Indonesia.Kami terus berdoa agar beliau segera pulih dan bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat,”ujar Rahman,anggota keluarga Hj. Fatimah.

Menurutnya,keluarga juga merasa terbantu dengan komunikasi yang dibangun petugas kesehatan dan penyelenggara haji Indonesia selama proses perawatan berlangsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh petugas yang terus mendampingi dan memberikan informasi perkembangan kondisi beliau.Dukungan itu sangat berarti bagi keluarga,” katanya.

Di balik setiap perjalanan haji,tersimpan kisah tentang kesabaran,keteguhan dan ujian yang menyertainya.Bagi Hj.Fatimah,ujian itu hadir setelah seluruh rangkaian ibadah berhasil ditunaikan.Namun di balik ujian tersebut,tersimpan pula harapan yang tidak pernah putus.

Berita Terkait  DPRD Turun, Fakta Terbuka, Ganti Rugi Embung Lapri Tersandera Birokrasi, Anggaran Ada, Hak Warga Tetap Menggantung

Kini,ketika gema sambutan kepulangan haji masih terasa di berbagai sudut Pulau Sebatik,satu nama terus disebut dalam doa-doa yang dipanjatkan usai salat dan dalam harapan yang mengiringi setiap kabar dari Makkah.

Masyarakat perbatasan menunggu dengan keyakinan yang sama,bahwa setelah menuntaskan perjalanan suci menuju Baitullah,Hj.Fatimah akan segera menyempurnakan perjalanannya dengan pulang ke tanah air dalam keadaan sehat,selamat dan membawa keberkahan bagi keluarga serta kampung halamannya.

Sebab bagi mereka yang menanti,kepulangan dari Tanah Suci bukan sekadar soal kembali ke rumah,melainkan tentang hadirnya kembali seseorang yang telah membawa doa-doa terbaik dari salah satu tempat paling mulia di muka bumi.

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *