Sebatik

Camat Sebatik Timur Buka Turnamen Voli Satgasmar XXX, Semarakkan HUT RI ke-81 di Perbatasan

Bagikan ke

HUT RI ke-81 Tak Sekadar Seremoni, Lapangan Olahraga Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK TIMUR, KALTARA — Semangat kemerdekaan kembali bergema dari salah satu wilayah terdepan Indonesia. Di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diterjemahkan ke dalam sebuah kegiatan yang menyatukan olahraga, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Satgasmar Pam Puter XXX Sebatik menggelar ‘Kejuaraan Bola Voli Putra dan Putri’ di Pos Kotis Satgas Marinir, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Sabtu (8/8/2026).

Kejuaraan yang dimulai pukul 15.00 WITA itu bukan sekadar perebutan kemenangan di atas lapangan. Di balik pertandingan, terselip pesan yang lebih besar: memberikan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi, mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, S.E., secara resmi membuka kejuaraan tersebut.

Kehadiran sejumlah unsur pemerintahan, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan pemuda memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga di wilayah perbatasan dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah dan Hamsing; Danramil Sebatik, Kapten Inf. Eko Darianto; Kapolsek Sebatik Timur, IPTU Didik Triastoro, S.I.K.; Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han. beserta jajaran Satgasmar Pam Puter XXX Sebatik; Balai Karantina Sebatik; PLBN Sebatik; Posal Sei Nyamuk; Kepala Desa Tanjung Harapan, H. Hamzah; Sekretaris Jenderal PM-SART DPD Nunukan, Gusti Jamaludin, S.H.; serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, panitia, official, dan para peserta.

Bagi pemerintah Kecamatan Sebatik Timur, olahraga tidak semestinya berhenti sebagai tontonan dan kompetisi. Lapangan dapat menjadi tempat generasi muda belajar mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab.

Zainal mengatakan, kegiatan seperti ini sangat relevan bagi masyarakat di kawasan perbatasan karena mampu mempertemukan berbagai elemen dalam suasana yang positif.

Berita Terkait  Pemdes Aji Kuning Salurkan BLT Dana Desa Triwulan II, 12 KPM Terima Bantuan Rp900 Ribu

“Terlebih kita berada di wilayah perbatasan. Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda,” ujar Zainal.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kejuaraan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara. Jauh lebih penting adalah bagaimana kompetisi tersebut melahirkan pengalaman, persaudaraan, dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berkembang.

“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, dan menjaga persaudaraan,” katanya.

Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu pintu untuk menemukan talenta-talenta muda dari Sebatik yang kelak mampu bersaing membawa nama Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara.

Ada sisi lain yang ikut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut: UMKM. Ketika masyarakat berkumpul, aktivitas ekonomi ikut bergerak. Pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk menawarkan makanan, minuman, maupun produk lokal kepada peserta dan penonton.

Zainal melihat hal itu sebagai bagian penting dari sebuah kegiatan masyarakat.

“Kita berharap kegiatan seperti ini tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus mendorong kegiatan yang mampu menghubungkan olahraga, aktivitas sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

“Kita ingin UMKM kita tumbuh, produk lokal semakin dikenal, dan masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung dari setiap kegiatan,” kata Zainal.

Dengan demikian, pertandingan tidak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan. Ada perputaran ekonomi yang diharapkan ikut memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pembukaan kejuaraan juga diwarnai momen penghormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi terhadap keberadaan penugasan Satgas Marinir di Pulau Sebatik.

Sebelum menyampaikan sambutan, Zainal mengajak seluruh tamu undangan dan masyarakat untuk sejenak memanjatkan doa bagi Alm. Umar Daeng Mapuji, Alm. H. Hasan, dan Alm. H. Muh Nurdin atau yang dikenal dengan Bang Buaya. Ketiganya disebut sebagai tokoh yang semasa hidup memberikan dukungan terhadap keberadaan penugasan Satgas Marinir di Pulau Sebatik.

“Marilah kita sejenak bersama-sama mendoakan para tokoh yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan terhadap keberadaan penugasan Satgas Marinir di Pulau Sebatik,” ujar Zainal.

Ia berharap seluruh amal kebaikan para almarhum mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

Momen tersebut menjadi bagian yang memberi dimensi berbeda dalam kegiatan. Di tengah semarak kompetisi, masyarakat diajak mengingat kembali kontribusi orang-orang yang pernah hadir dan mengambil bagian dalam perjalanan kehidupan sosial di wilayah perbatasan.

Mewakili Satgasmar Pam Puter XXX Sebatik, Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han., menyampaikan penghargaan kepada masyarakat dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan. Ia menyebut dukungan para donatur, masyarakat, serta berbagai unsur menjadi bagian penting sehingga kejuaraan dapat terlaksana.

“Terima kasih kepada seluruh donatur, masyarakat Pulau Sebatik, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Tanpa dukungan dan kebersamaan kita semua, kegiatan ini tentu tidak dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Ahmad Rizwan.

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat memperkuat kedekatan Satgasmar dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan kemampuan melalui olahraga.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah, turut mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan. Menurutnya, Pulau Sebatik memiliki generasi muda yang membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan. Kompetisi menjadi salah satu cara untuk menguji sekaligus menemukan potensi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kejuaraan ini juga dapat menjadi sarana untuk menggali dan menemukan bakat-bakat muda, khususnya putra dan putri Pulau Sebatik,” ujar Ramsah.

Berita Terkait  Turnamen Bola Voli Antarpos Marinir Semarakkan HUT ke-81 RI di Pulau Sebatik

Ia berharap kejuaraan olahraga dapat dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya ketika momentum peringatan kemerdekaan. Pembinaan yang konsisten dinilai penting agar potensi yang muncul dari pertandingan tidak berhenti sebagai prestasi sesaat.

Laga Perdana Dimulai

Setelah rangkaian sambutan dan doa bersama, Zainal secara resmi membuka kejuaraan melalui pemukulan bola pertama. Pertandingan perdana mempertemukan tim bola voli putri Pos Kotis melawan tim putri Pos Bambangan.

Dukungan penonton langsung menghidupkan suasana lapangan. Para pemain tampil penuh semangat dan berusaha memberikan permainan terbaik. Di luar lapangan, masyarakat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk beraktivitas dan berjualan. Pertandingan dan aktivitas ekonomi pun berjalan beriringan.

Perbatasan Bukan Sekadar Garis Negara

Kejuaraan bola voli di Tanjung Aru mungkin hanya berlangsung di sebuah lapangan. Namun, pesan yang dibawanya jauh lebih luas. Di kawasan perbatasan seperti Sebatik, pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan keamanan. Masyarakat juga membutuhkan ruang untuk berkumpul, berprestasi, membangun jejaring sosial, dan mengembangkan ekonomi.

Karena itu, kegiatan olahraga yang melibatkan berbagai unsur masyarakat memiliki nilai lebih ketika mampu menciptakan ruang kebersamaan. Satgasmar Pam Puter XXX Sebatik, pemerintah, TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan warga menunjukkan bahwa menjaga semangat Indonesia di perbatasan dapat dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dari sebuah pertandingan bola voli, lahir semangat kompetisi. Dari kebersamaan, tumbuh persaudaraan. Dan dari keramaian kegiatan, terbuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Itulah wajah lain peringatan kemerdekaan dari tapal batas: Merah Putih bukan hanya dikibarkan, tetapi semangatnya dihidupkan melalui kerja bersama.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *