Pulang dari Jambore Nasional XII, Arya Fitra Maulana Disambut Hangat SMPN 1 Sebatik Tengah

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA — Tepuk tangan dan wajah-wajah penuh kebanggaan menyambut kepulangan Arya Fitra Maulana di halaman SMPN 1 Sebatik Tengah,Jumat (28/8/2026).
Siswa sekaligus anggota Gerakan Pramuka dari Gugus Depan pangkalan sekolah tersebut baru saja menuntaskan perjalanan panjangnya mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta.
Kepulangan Arya menjadi lebih dari sekadar berakhirnya sebuah perjalanan.Bagi keluarga besar SMPN 1 Sebatik Tengah,momen itu menjadi penanda bahwa seorang pelajar dari wilayah perbatasan mampu melangkah jauh,bertemu dengan Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia dan membawa nama sekolah serta daerahnya ke panggung nasional.
Arya merupakan perwakilan Gugus Depan pangkalan SMPN 1 Sebatik Tengah yang lolos seleksi untuk bergabung dalam Kontingen Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan, Kwartir Daerah Kalimantan Utara,pada Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Setibanya di sekolah,Arya disambut jajaran guru, Pembina Gugus Depan,serta para siswa.Suasana hangat terasa sepanjang kegiatan penyambutan yang menjadi ruang bagi Arya untuk kembali berbagi cerita setelah menjalani rangkaian kegiatan kepramukaan di Cibubur.
Pengalaman tersebut juga meninggalkan sejumlah bukti perjalanan.Piagam penghargaan dan Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) yang diterimanya menjadi bagian dari catatan perjalanan Arya sebagai Pramuka muda yang mendapat kesempatan mengikuti salah satu agenda besar Gerakan Pramuka di tingkat nasional.
Di hadapan para guru dan rekan-rekannya,Arya kemudian menceritakan pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti Jambore Nasional.Mulai dari proses seleksi, persiapan keberangkatan,kehidupan bersama kontingen,berbagai aktivitas kepramukaan,hingga kesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
Baginya, Jambore Nasional bukan hanya tentang kegiatan perkemahan.
Ajang tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan banyak karakter,budaya dan pengalaman.Dari sana,Arya belajar mengenai kemandirian, kedisiplinan,tanggung jawab,kerja sama sekaligus arti persahabatan di tengah keberagaman.
Pengalaman itu pula yang kemudian ia titipkan kepada teman-temannya.
Arya mengajak para siswa,khususnya anggota Gerakan Pramuka,untuk tidak takut bermimpi dan tidak ragu mengambil kesempatan.Menurutnya,setiap kesempatan yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat menjadi pintu untuk mendapatkan pengalaman baru dan mengenal kemampuan diri.


Sarina, S.Pd.,yang mewakili Kepala SMPN 1 Sebatik Tengah,menyampaikan kebanggaannya atas keikutsertaan Arya dalam Jambore Nasional XII.Menurutnya,pencapaian tersebut menunjukkan bahwa siswa dari Sebatik,sebagai wilayah perbatasan,memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bersaing serta berpartisipasi dalam kegiatan berskala nasional.
“Keikutsertaan Arya tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah.Ini membuktikan bahwa anak-anak dari Sebatik juga mampu mengambil bagian dalam kegiatan nasional dan membawa nama baik sekolah maupun daerah,” ujar Sarina.
Kebanggaan serupa disampaikan Siti Aisyah selaku Pembina Gugus Depan.Ia berharap pengalaman Arya selama berada di Cibubur tidak berhenti sebagai cerita pribadi, tetapi dapat ditularkan kepada anggota Pramuka lainnya.
Menurut Siti Aisyah,pengalaman berada di lingkungan Jambore Nasional dapat menjadi modal penting bagi seorang pelajar untuk membangun kepercayaan diri,memperluas wawasan,sekaligus memahami nilai-nilai kebersamaan.
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam penyambutan tersebut ialah ketika Arya menyerahkan cenderamata Jambore Nasional XII Tahun 2026 kepada pihak sekolah.
Cenderamata itu menjadi simbol sederhana dari sebuah perjalanan yang panjang.Arya sengaja membawanya pulang untuk diberikan kepada sekolah sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus ungkapan terima kasih kepada para guru dan pembina yang selama ini mendampingi proses persiapannya.
Apresiasi kemudian diberikan pihak sekolah kepada Arya.Piagam,TISKA,serta trofi yang dibawa pulang menjadi bagian dari jejak perjalanan seorang Pramuka muda asal Sebatik Tengah di ajang nasional.
Bagi sekolah,capaian tersebut bukan semata-mata tentang penghargaan atau tanda keikutsertaan.Ada proses panjang di belakangnya—seleksi,latihan,persiapan,disiplin,hingga keberanian untuk meninggalkan lingkungan yang selama ini akrab dan bertemu dengan dunia yang lebih luas.
Rangkaian penyambutan ditutup dengan foto bersama Arya,para guru,pembina dan seluruh siswa SMPN 1 Sebatik Tengah.
Siti Aisyah berharap kepulangan Arya dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk terus belajar,berani mencoba,mengembangkan potensi dan aktif dalam kegiatan positif.
“Semoga pengalaman Arya dapat menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka lainnya.Jangan takut bermimpi dan jangan takut mencoba.Kesempatan bisa datang dari mana saja, selama kita mau berusaha dan mempersiapkan diri,” kata Siti Aisyah.
Perjalanan Arya dari Sebatik Tengah menuju Cibubur pada akhirnya bukan sekadar perjalanan seorang peserta Jambore Nasional.
Ia berangkat membawa nama sekolah dan daerahnya.Ia kembali membawa pengalaman,persahabatan,serta cerita yang dapat dibagikan kepada generasi berikutnya.
Dari sebuah sekolah di wilayah perbatasan,langkah kecil seorang Pramuka muda itu telah menjangkau panggung nasional.Dan ketika ia pulang,yang dibawanya bukan hanya piagam dan cenderamata,tetapi juga sebuah pesan sederhana,mimpi tidak mengenal batas wilayah,selama ada keberanian untuk melangkah. (Ozzie)
![]()
