Jalur Tikus Sebatik Kembali “Panas”! TNI Bongkar Penyelundupan Miras, Pelaku Kabur Lintasi Perbatasan

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA– Jalur tikus di perbatasan RI–Malaysia kembali jadi panggung aksi ilegal.Di tengah gelapnya malam,upaya penyelundupan minuman keras (miras) kembali terbongkar.TNI bergerak cepat,namun pelaku memilih kabur,meninggalkan ratusan botol barang haram di semak perbatasan.
Operasi senyap yang digelar Kamis malam (16/4/2026) hingga Jumat dini hari itu seperti membuka “borok lama” wilayah perbatasan Sebatik Barat.Jalur Sinta—yang disebut-sebut sebagai lintasan favorit penyelundup—lagi-lagi jadi lokasi panas.

Berbekal laporan warga,personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Pos Bukit Keramat bersama Unit Intel Kodim 0911/Nunukan langsung menyusun skenario penyergapan.Tanpa banyak suara,pasukan bergerak,menyebar dan menutup jalur.
Tepat pukul 01.25 WITA, dua pria mencurigakan muncul dari arah Malaysia dengan barang bawaan. Namun rencana penindakan berubah menjadi aksi kejar-kejaran.Diduga sadar sudah “tercium”, pelaku langsung kabur menembus garis batas negara.
Aparat sempat memburu hingga mendekati patok perbatasan, tetapi pelaku lenyap dalam gelap—diduga kuat kembali ke wilayah Malaysia.
Yang tertinggal justru menjadi bukti kuat, tumpukan miras ilegal yang disembunyikan di semak belukar. Seolah sudah menjadi pola,barang ditinggal demi menyelamatkan diri.
Total 192 botol miras ilegal berhasil diamankan,terdiri dari R&B Montoku,R&B Beer dan R&B Likeur dengan nilai sekitar Rp15,2 juta.

Temuan ini mempertegas satu hal,jalur tikus di Sebatik belum benar-benar “mati”.Masih ada celah,masih ada pemain dan masih ada upaya menyusupkan barang ilegal secara diam-diam.
Danpos Bukit Keramat, Lettu Inf Martinus, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi situasi ini.
“Ini jadi peringatan keras. Jalur tikus akan terus kami tekan.Tidak ada ruang bagi penyelundup di wilayah ini,” tegasnya.
Barang bukti kini diamankan di Pos Bukit Keramat dan akan diproses lebih lanjut di Makotis Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL.
Peristiwa ini menjadi sinyal bahwa perang melawan penyelundupan di perbatasan belum usai.Di balik gelapnya jalur tikus,masih ada aktivitas yang terus mencoba menembus hukum—dan aparat kini semakin siap memburunya
![]()
