DPRD Kab. Nunukan

25 Tahun Tanpa Listrik,Ramsah“Jangan Biarkan Kampung Tebol Terus Menjadi Korban Ketidakadilan Pembangunan”

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK TENGAH — Di tengah gencarnya pembangunan yang terus digaungkan pemerintah,masyarakat Kampung Tebol,Desa Sungai Limau,Kecamatan Sebatik Tengah,justru masih hidup dalam gelap selama kurang lebih 25 tahun tanpa aliran listrik.Kondisi ini menjadi ironi besar di wilayah perbatasan yang seharusnya mendapat perhatian lebih,namun hingga kini masih tertinggal dari sentuhan pembangunan dasar.

Selama puluhan tahun,warga bertahan dengan penerangan seadanya.Ketika malam tiba,sebagian rumah hanya diterangi lampu minyak dan genset yang digunakan secara terbatas.Anak-anak belajar dalam kondisi minim cahaya,aktivitas ekonomi warga terhambat,sementara akses jalan menuju kampung juga masih rusak dan sulit dilalui,terutama saat musim hujan.

Keadaan tersebut mendapat sorotan keras dari Sekretaris Komisi II DPRD Nunukan,Ramsah saat turun langsung meninjau Kampung Tebol bersama pihak terkait dan PLN.Ia menilai kondisi yang dialami masyarakat bukan lagi sekadar keterlambatan pembangunan, melainkan bentuk nyata ketimpangan yang terlalu lama dibiarkan.

Berita Terkait  Anggota DPRD Nunukan Ramsah: "Sinergi Legislatif dan Akademisi Sebagai Upaya Majukan Sektor Perikanan di Pulau Sebatik"

“Ini sangat memprihatinkan.Di saat daerah lain sudah berbicara tentang percepatan pembangunan dan modernisasi,masyarakat Kampung Tebol justru masih berjuang mendapatkan hak dasar berupa listrik.Selama 25 tahun mereka hidup dalam keterbatasan dan seperti dilupakan,”tegas Ramsah.

Menurutnya,pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan yang dialami masyarakat di pelosok perbatasan.Ia menyebut Kampung Tebol seolah menjadi wilayah yang “dianaktirikan”di daerahnya sendiri karena minim perhatian dan lambannya penanganan persoalan yang selama ini dikeluhkan warga.

“Jangan sampai masyarakat merasa hanya diingat saat ada agenda kunjungan atau kepentingan tertentu.Setelah itu, mereka kembali ditinggalkan tanpa kepastian.Ini yang tidak boleh terus terjadi,”ujarnya.

Ramsah juga menyoroti masih adanya pihak yang bahkan belum mengetahui secara jelas keberadaan Kampung Tebol.Baginya hal itu menunjukkan lemahnya perhatian terhadap wilayah-wilayah terpencil yang seharusnya menjadi bagian penting dari pemerataan pembangunan.

“Sangat miris ketika ada yang masih bertanya Kampung Tebol itu di mana dan masuk wilayah mana.Artinya,selama ini mereka benar-benar luput dari perhatian.Padahal masyarakat di sini memiliki hak yang sama sebagai warga negara,” katanya.

Berita Terkait  DPRD Nunukan Turun Tangan Terkait Kasus Viral "Save Ibu Halimah", Ketua Komisi I Minta Penegak Hukum Usut Tuntas

Dalam kunjungan tersebut,pihak PLN disebut telah melihat langsung kondisi lapangan dan pada prinsipnya siap mendukung masuknya jaringan listrik.Namun,realisasi pembangunan masih membutuhkan dukungan administrasi dan komitmen serius dari pemerintah daerah agar tidak kembali berakhir sebatas wacana.

Bagi masyarakat Kampung Tebol,listrik bukan hanya soal penerangan rumah.Kehadirannya menjadi harapan besar untuk memperbaiki kualitas hidup,membuka peluang ekonomi,mendukung pendidikan anak-anak,hingga menghadirkan rasa keadilan yang selama ini mereka nantikan.

Selain persoalan listrik,warga juga masih menghadapi infrastruktur jalan yang memprihatinkan.Saat hujan turun,akses menuju kampung menjadi sulit dilalui dan membuat masyarakat semakin terisolasi dari pelayanan dasar maupun aktivitas ekonomi.

Berita Terkait  Pimpinan Komisi DPRD Nunukan Turun Langsung ke Krayan Raya. Kawal Aspirasi Pembangunan Wilayah Perbatasan

Ramsah menegaskan,kondisi Kampung Tebol harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah bahwa masih ada masyarakat yang hidup jauh dari kata sejahtera di tengah besarnya berbagai program pembangunan yang terus dipublikasikan.

“Pembangunan jangan hanya terlihat di pusat kota atau di atas laporan.Pemerintah harus berani melihat kenyataan di lapangan.Jangan biarkan masyarakat perbatasan terus menjadi korban ketidakadilan pembangunan,” tegasnya lagi.

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata,melainkan menjadi awal lahirnya langkah konkret dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat Kampung Tebol yang selama puluhan tahun hidup dalam penantian.

“Sudah terlalu lama mereka menunggu.Jangan sampai generasi berikutnya masih merasakan gelap yang sama karena pemerintah gagal menghadirkan keadilan pembangunan,” pungkas Ramsah. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *