Mobil Distribusi MBG ke Sekolah Terhambat Karena Amblas, SPPG Sampaikan Permohonan Maaf

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA – Keterlambatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah penerima manfaat di wilayah Sebatik Timur kembali menuai keluhan dari pihak sekolah dan orang tua siswa.Keterlambatan yang terjadi pada Rabu (10/6/2026) tersebut dinilai berdampak pada efektivitas penyaluran makanan kepada peserta didik,terutama bagi siswa tingkat dasar yang memiliki jadwal pulang lebih awal.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Timur menyampaikan permohonan maaf melalui pesan WhatsApp yang dikirim ke grup-grup sekolah penerima manfaat.

Dalam keterangannya,pihak SPPG menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi akibat kendaraan operasional pengangkut makanan mengalami kendala saat akan melakukan distribusi.
“Assalamualaikum wr wb.Kami dari SPPG Sebatik Timur meminta maaf untuk pengantaran ada keterlambatan dikarenakan mobil pelayanan sedang amblas.Demikian kurang dan lebihnya sekian dan terima kasih,” tulis pihak SPPG.
Meski penjelasan telah disampaikan,keterlambatan distribusi MBG tetap menjadi perhatian berbagai pihak. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik tersebut sangat bergantung pada ketepatan waktu pengantaran agar makanan dapat diterima dan dikonsumsi siswa sesuai jadwal sekolah.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Asdar mengungkapkan bahwa pihaknya memahami kendala yang terjadi. Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Sebatik Timur sejak malam hari menyebabkan kondisi jalan di sekitar dapur MBG menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari pihak SPPG, keterlambatan hari ini disebabkan kendaraan pengantar MBG amblas akibat kondisi akses jalan keluar masuk dapur yang rusak dan berlumpur setelah diguyur hujan semalaman,” ujarnya.
Namun demikian, Asdar menilai persoalan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius. Ia berharap ada langkah konkret untuk memperbaiki akses jalan menuju dapur MBG agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Harapan kami ada pembenahan akses jalan keluar masuk dapur MBG, misalnya dilakukan pengerasan atau pengaspalan. Ini penting agar armada distribusi bisa beroperasi dengan lancar dan keterlambatan tidak terus terjadi,” katanya.
Ia menambahkan, keterlambatan distribusi sangat berpengaruh terhadap sekolah-sekolah tingkat dasar dan madrasah yang memiliki jam belajar lebih singkat dibanding jenjang lainnya. Dalam beberapa kasus, siswa bahkan sudah pulang sebelum makanan tiba di sekolah.
“Anak-anak sekolah dasar pulangnya lebih cepat.Ketika pengantaran terlambat,ada siswa yang sudah pulang saat makanan belum sampai.Ini tentu menjadi perhatian karena tujuan program ini untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik selama berada di sekolah,” jelasnya.
Menurut Asdar,keterlambatan distribusi bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku pihak sekolah, khususnya madrasah, beberapa kali menerima informasi keterlambatan dengan alasan yang hampir serupa.
“Karena ini bukan kejadian pertama, kami berharap ada antisipasi yang lebih serius.Kalau memang kendalanya akses jalan,maka perlu ada penanganan permanen agar distribusi berjalan lancar meskipun cuaca sedang buruk,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan,belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Kepala SPPG Sebatik Timur terkait detail insiden yang menyebabkan kendaraan operasional amblas maupun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Masyarakat berharap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dapat berjalan lebih optimal,profesional dan tepat waktu sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa tanpa terganggu persoalan distribusi yang berulang. (Ozzie)
![]()
