
GEMAKALTARA.COM | SEBATIK TIMUR, Sabtu (15/8/2026) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Islahul Ummah, Kecamatan Sebatik Timur, tahun ini berlangsung semarak dengan jumlah jamaah yang membludak dan meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya jamaah yang hadir untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Launching Tabung Beras Masjid Islahul Ummah.
Kegiatan mengangkat tema “Meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam Membangun Keluarga, Masyarakat dan Negeri.” Tingginya kehadiran jamaah menjadi gambaran kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Rasulullah SAW sekaligus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan masjid.
Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat tersebut. Menurutnya, meningkatnya jumlah jamaah merupakan hal positif yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Alhamdulillah, tahun ini jamaah yang hadir sangat membludak dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid dan memperingati Maulid Nabi semakin tinggi,” ujarnya.
Menurut Zainal, momentum tersebut hendaknya tidak hanya berhenti pada tingginya jumlah jamaah saat peringatan Maulid, tetapi juga dilanjutkan dengan peningkatan aktivitas keagamaan, pendidikan dan kepedulian sosial di lingkungan masjid.
Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah Launching Tabung Beras Masjid Islahul Ummah.
Program ini mengajak jamaah untuk menyisihkan sebagian rezeki berupa beras yang nantinya dapat dimanfaatkan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sedikit yang kita sisihkan, apabila dilakukan bersama-sama, insyaallah akan memberikan manfaat besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Zainal.
Ia berharap Tabung Beras dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi gerakan bersama masyarakat, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan
Ketua Yayasan Muslih Center Kaltara Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Tr.(Han) dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran masjid dalam membina masyarakat.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan dan pembinaan masyarakat, mulai dari usia dini hingga lanjut usia.
Pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter, memiliki akhlak yang baik serta kepedulian terhadap sesama.
Dr. Wahyudi juga menekankan pentingnya keberadaan Tabung Beras sebagai bentuk kepedulian sosial. Beras yang terkumpul nantinya dapat disalurkan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Harapannya, keberadaan masjid benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar sehingga tidak ada masyarakat di sekitar masjid yang mengalami kesulitan pangan.
H. Andi Yakub: Teladani Rasulullah dalam Kehidupan
Sementara itu, H. Andi Yakub, S.Kep., Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, selaku pembawa hikmah Maulid, mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan.
Dalam penyampaiannya, H. Andi Yakub menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus diwujudkan dengan mengikuti akhlak, sunnah dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah dapat dimulai dari lingkungan keluarga, dengan membangun keluarga yang harmonis, saling menyayangi, menghormati dan mendidik anak-anak dengan nilai-nilai agama.
Dari keluarga yang baik, akan lahir masyarakat yang baik. Karena itu, kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam mengamalkan ajaran Rasulullah SAW.
Ia mengapresiasi Launching Tabung Beras Masjid Islahul Ummah sebagai bentuk nyata semangat berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Meneladani Rasulullah dengan kepedulian
Camat Sebatik Timur menilai gagasan tersebut sangat relevan dengan tema Maulid Nabi tahun ini.
Menurutnya, meneladani Rasulullah SAW bukan hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga dengan membangun keluarga yang baik, menciptakan masyarakat yang rukun serta memberikan manfaat kepada sesama.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam membangun keluarga yang penuh kasih sayang, masyarakat yang rukun, serta kehidupan yang dilandasi kejujuran, kepedulian dan persaudaraan,” kata Zainal.
Ia menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat. Keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang baik, cerdas dan berkarakter, yang pada akhirnya menjadi kekuatan bagi pembangunan negeri.
“Masjid harus hadir memberikan manfaat, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan dan kepedulian sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Dihadiri berbagai unsur
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Muslih Center Kaltara Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Tr.(Han); H. Andi Yakub, S.Kep., Anggota DPRD Kabupaten Nunukan sekaligus pembawa hikmah Maulid; Ketua MUI Kecamatan Sebatik Timur; Kapolsek Sebatik Timur beserta jajaran; Kepala KUA Kecamatan Sebatik Timur beserta jajaran; jajaran Koramil 0911-02 Sebatik; jajaran Satgas Marinir Pam Puter; jajaran Satgas Pamtas RI–Malaysia; Imam Masjid Islahul Ummah; panitia penyelenggara; perangkat Desa Tanjung Harapan; jajaran Kecamatan Sebatik Timur; ibu-ibu majelis taklim; tokoh agama; tokoh masyarakat serta seluruh jamaah.

Meningkatnya jumlah jamaah dibandingkan tahun sebelumnya menjadi catatan positif dalam pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini. Antusiasme tersebut diharapkan dapat terus dipelihara dan menjadi energi untuk semakin memakmurkan masjid serta memperkuat kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat diajak untuk memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat “Meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam Membangun Keluarga, Masyarakat dan Negeri”, Masjid Islahul Ummah diharapkan semakin berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan karakter dan kepedulian sosial masyarakat. (Ozzie)









