Upacara HUT ke-81 RI di Perairan Ambalat Sebatik Teguhkan Kedaulatan dan Sinergi Perbatasan

oleh -267 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, NUNUKAN — Semangat kemerdekaan kembali dikobarkan dari wilayah terdepan Indonesia. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Perairan Ambalat,Sebatik,Kabupaten Nunukan,Senin (17/8/2026).

Upacara yang berlangsung di atas KRI Nala-363 itu tidak sekadar menjadi seremoni peringatan kemerdekaan. Dari kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia,kegiatan tersebut menjadi simbol kehadiran negara sekaligus penegasan komitmen menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bertindak sebagai inspektur upacara,Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono,S.H., M.Han.Kehadiran unsur pertahanan,keamanan,pemerintah daerah,instansi terkait hingga tokoh masyarakat memperlihatkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga wilayah perbatasan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah,A.P.’ Danlanal Nunukan Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi,S.E. M.Tr.Opsla’Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Adrian Soetrisno,A.Md.Im.,S.H., M.Si.serta Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (Yonkav 13/SL) Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P., M.I.P.

Turut hadir jajaran Pejabat Utama Polres Nunukan,Pengurus Baznas Kabupaten Nunukan,Danposal Sei Nyamuk,Danposal Sei Pancang serta Dansatgas Marinir Pam Puter XXX Sebatik Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han.

Dari unsur Forkopimcam Sebatik,hadir Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah,S.E.; perwakilan Camat Sebatik Utara’Kapolsek Sebatik Timur Iptu Didik Triastoro,S.H.,M.H.; serta Danramil 0911-02 Sebatik Kapten Inf.Eko Darianto.

Sejumlah tokoh masyarakat Sebatik juga turut hadir, di antaranya H.Nuardi,S.E. (H. Momo) dan H. Rustam Jaya.

Dalam amanatnya,Laksma TNI Endra Hartono menegaskan bahwa wilayah perbatasan memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

Menurutnya,pelaksanaan upacara kemerdekaan di Perairan Ambalat menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa menjaga kedaulatan negara bukan hanya tugas aparat pertahanan dan keamanan,tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara TNI,Polri,pemerintah daerah,instansi terkait dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat guna menciptakan wilayah perbatasan yang aman,tertib dan kondusif.

Masyarakat perbatasan juga memiliki posisi penting sebagai bagian dari kekuatan bangsa.Karena itu,masyarakat diharapkan turut menjaga keamanan lingkungan,meningkatkan kewaspadaan serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Selain menjaga kedaulatan,keamanan perairan Sebatik menjadi perhatian penting dalam amanat tersebut.

Laksamana TNI Endra Hartono menekankan perlunya pengawasan dan koordinasi antarlembaga untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat maupun negara.

Masyarakat yang beraktivitas di laut,khususnya para nelayan dan pengguna jalur perairan perbatasan,diimbau untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum.

Kolaborasi antara aparat keamanan,pemerintah daerah,instansi terkait,nelayan dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah perairan Sebatik.

Pesan lain yang disampaikan dalam amanat tersebut berkaitan dengan penggunaan media sosial.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.Setiap informasi yang beredar perlu diverifikasi dengan memeriksa sumber dan konteksnya sebelum diteruskan kepada orang lain.

Informasi palsu maupun konten yang sengaja dipelintir berpotensi menimbulkan keresahan dan memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Karena itu,media sosial diharapkan menjadi sarana memperkuat komunikasi,persatuan dan kerukunan,bukan ruang untuk menyebarkan provokasi.

Pesan tersebut dinilai relevan bagi masyarakat perbatasan yang berada di tengah derasnya arus informasi lintas wilayah.

Sementara itu,Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah,S.E., mengapresiasi pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Perairan Ambalat.

Menurut Zainal,pemilihan wilayah perairan perbatasan sebagai lokasi upacara memiliki makna strategis sekaligus emosional bagi masyarakat Sebatik.

“Upacara di Perairan Ambalat ini bukan sekadar seremoni.Ini merupakan simbol semangat nasionalisme dan bentuk nyata kecintaan kita terhadap NKRI.Dari wilayah perbatasan,kita menegaskan bahwa Sebatik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia,” ujar Zainal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan,ketertiban dan kerukunan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Keamanan perbatasan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga persatuan, bijak bermedia sosial dan bersama-sama mencegah praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat maupun negara,”katanya.

Zainal menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah,TNI-Polri,Forkopimda, Forkopimcam,instansi terkait,tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.

Menurutnya,kolaborasi tersebut bukan hanya penting untuk menjaga stabilitas keamanan,tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas KRI Nala-363 di Perairan Ambalat Sebatik menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan di pusat-pusat pemerintahan,tetapi juga dikibarkan dari wilayah terdepan Indonesia.

Di kawasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga,pengibaran Merah Putih membawa pesan yang lebih luas,tentang kedaulatan,persatuan dan kehadiran negara.

Kehadiran unsur pemerintah daerah,TNI-Polri,aparat pengamanan perbatasan,instansi terkait serta tokoh masyarakat menunjukkan bahwa menjaga wilayah terdepan membutuhkan kerja bersama.

Dari Perairan Ambalat Sebatik,Merah Putih kembali menjadi simbol tekad untuk menjaga setiap jengkal wilayah Indonesia,memperkuat persatuan serta memastikan kawasan perbatasan tetap aman dan kondusif.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Bersatu,Berdaulat,Rakyat Sejahtera,Indonesia Maju. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.