Maulid Nabi di Masjid Nurul Huda, Camat Sebatik Timur Paparkan Capaian Pembangunan di Wilayah Perbatasan

oleh -159 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK TIMUR, NUNUKAN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Sebatik Timur, Senin (18/8/2026) malam,berlangsung khidmat. Di tengah suasana religius,momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur untuk menyampaikan perkembangan pembangunan sekaligus mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong.

Peringatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA itu menghadirkan Al-Habib Muhdor bin Idrus Alkaff sebagai penceramah. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sebatik Timur, jajaran pemerintahan desa,tokoh agama,tokoh masyarakat,majelis taklim,insan pers serta jamaah Masjid Nurul Huda.

Hadir pula H. Nuardi,SE (Momo),H. Abdul Sani,MM,H. Lasidi, S.Pd., Ketua PHBI Sebatik Timur,Ketua MUI Sebatik Timur,Kepala KUA Sebatik Timur, Kapolsek Sebatik Timur beserta jajaran, Kepala UPT Perhubungan beserta jajaran, Kepala Desa Sei Nyamuk beserta jajaran, Kepala Desa Bukit Aru Indah beserta jajaran, serta pejabat dan staf Kecamatan Sebatik Timur.

Bagi Camat Sebatik Timur,Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan umat Islam.Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial.

Ia mengajak masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial,tetapi menerjemahkan kecintaan kepada Rasulullah melalui akhlak,kepedulian terhadap sesama,menjaga persaudaraan serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun.

“Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial.Ini momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Camat.

Dalam sambutannya,Camat kemudian menyampaikan sejumlah program dan capaian Pemerintah Kabupaten Nunukan di bawah kepemimpinan Bupati Nunukan H.Irwan Sabri,SE dan Wakil Bupati Hermanus, S.Sos

Program tersebut,menurut dia,merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pembangunan dan pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat hingga wilayah Pulau Sebatik.

Beberapa di antaranya adalah program seragam sekolah gratis,pembangunan dan peningkatan jalan,pembangunan Jalan Usaha Tani(JUT),rumah layak huni,penguatan pelayanan kesehatan melalui RS Pratama Sebatik,bantuan pertanian dan alat mesin pertanian(alsintan), pengembangan hortikultura, bantuan nelayan dan sektor perikanan,pengembangan rumput laut,penguatan UMKM,serta penguatan ekonomi desa dan BUMDes.

Penyampaian tersebut menjadi bagian penting dalam forum masyarakat.Sebab di wilayah perbatasan seperti Sebatik,pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur,tetapi juga menyangkut akses pendidikan,kesehatan,ekonomi serta penguatan kapasitas masyarakat.

“Berbagai program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kita berharap program-program yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan,”kata Camat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.Masyarakat,menurutnya,memiliki peran penting dalam menjaga hasil pembangunan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Karena itu,ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan,persatuan,kerukunan dan semangat gotong royong.

“Pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu,Al-Habib Muhdor bin Idrus Alkaff dalam tausiyahnya mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya,kelahiran Rasulullah SAW merupakan peristiwa penting bagi umat manusia karena Nabi Muhammad menjadi teladan dalam menjalani kehidupan.

Karena itu,peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan sebuah acara. Esensi yang lebih utama adalah bagaimana umat mampu mengambil pelajaran dari akhlak Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Habib Muhdor mengingatkan jamaah agar kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan melalui akhlak yang baik,mempererat silaturahmi,mengikuti sunnah serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.Persaudaraan,saling menghormati dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan keagamaan.

Di satu sisi,jamaah diajak kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW.Di sisi lain,pemerintah dan masyarakat memperkuat komunikasi mengenai pembangunan serta pentingnya menjaga kebersamaan.

Di wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik,persatuan masyarakat menjadi modal sosial yang tidak kalah penting dari pembangunan fisik.

Ketika pemerintah menjalankan program pembangunan dan masyarakat ikut menjaga keamanan serta kerukunan,keduanya menjadi bagian yang saling melengkapi.

Kegiatan berlangsung tertib, khidmat dan penuh kekeluargaan hingga selesai.

Dari Masjid Nurul Huda,pesan Maulid pun mengemuka
,kecintaan kepada Rasulullah SAW bukan hanya diwujudkan dengan mengenang kelahirannya,tetapi dengan menghadirkan akhlak,persaudaraan,kepedulian dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.