DaerahSebatik

Jembatan Rusak Tak Menyurutkan Kepedulian Warga Aji Kuning Bergerak dengan Swadaya

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Kondisi jembatan kayu yang mulai lapuk dan rusak tidak menyurutkan kepedulian warga Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat memilih memperbaiki akses tersebut secara swadaya.

Minggu (23/8/2026), sejumlah warga turun langsung memperbaiki jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat setempat. Mereka membongkar bagian yang rusak, mengangkat balok kayu, hingga menyusun kembali konstruksi jembatan secara bersama-sama.

Perbaikan dilakukan dengan kemampuan warga. Dana dikumpulkan secara swadaya, material disediakan bersama, sementara tenaga dikerahkan secara sukarela.

Bagi masyarakat Aji Kuning, jembatan tersebut bukan sekadar konstruksi kayu di atas aliran sungai. Jembatan itu menjadi jalur mobilitas warga yang bermukim di seberang sungai, termasuk anak-anak yang menggunakannya untuk pergi ke sekolah.

Ketua Persatuan Ojek Aji Kuning, Abdul Rasyid, mengatakan perbaikan bermula dari keresahan warga melihat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan.

“Ide ini muncul dari keresahan bersama warga Desa Aji Kuning. Jembatan ini merupakan salah satu akses penting masyarakat dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kalau kita hanya menunggu bantuan, tentu prosesnya bisa membutuhkan waktu. Karena itu, kami berinisiatif melakukan perbaikan melalui gotong royong dan dana swadaya,” ujar Rasyid.

Berita Terkait  Ukir Prestasi, Kantor UPP Kelas III Sungai Nyamuk Raih Juara 2 Kehumasan Dirjen Perhubungan Laut

Menurutnya, langkah warga tersebut bukan berarti mengabaikan kebutuhan terhadap dukungan pemerintah. Perbaikan swadaya dilakukan sebagai upaya agar akses masyarakat dapat segera kembali digunakan dengan lebih aman.

Semangat gotong royong terlihat dari berbagai bentuk kontribusi warga. Ada yang menyumbangkan kayu dan material, memberikan dana, mengerahkan tenaga, hingga menyiapkan konsumsi bagi warga yang bekerja di lokasi.

“Alhamdulillah, respons warga sangat luar biasa. Mulai dari anak-anak muda sampai orang tua semuanya ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbangkan tenaga, dana, bahan material, bahkan ada yang membantu menyiapkan makanan bagi warga yang bekerja,” kata Rasyid.

Ketua RT 01 Desa Aji Kuning, Amran, menilai perbaikan jembatan tersebut penting karena akses itu memiliki fungsi vital bagi masyarakat.

Di seberang aliran sungai terdapat permukiman warga. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jembatan tersebut juga menjadi jalur anak-anak menuju sekolah.

“Kegiatan seperti ini sangat perlu diapresiasi. Jembatan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain sebagai akses warga, juga digunakan oleh anak-anak untuk menuju sekolah dan menunjang aktivitas sehari-hari,” ungkap Amran.

Menurut Amran, nilai penting dari kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada perbaikan fisik jembatan. Gotong royong juga memperkuat kebersamaan masyarakat.

Warga yang memiliki kesibukan masing-masing berkumpul dan berbagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi kepentingan bersama.

“Gotong royong seperti inilah yang harus terus kita jaga. Ketika masyarakat bersatu dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya, pekerjaan yang terasa berat bisa diselesaikan bersama-sama,” katanya.

Hal senada disampaikan Sabri, salah seorang warga yang ikut dalam proses perbaikan. Ia mengaku senang dapat ikut berkontribusi untuk kepentingan masyarakat.

“Rasanya senang sekali bisa ikut berkontribusi untuk desa. Memang melelahkan, tetapi melihat warga bisa bekerja bersama dan jembatan ini kembali diperbaiki, tentu ada kepuasan tersendiri. Ini membuktikan bahwa kalau kita bersatu dan saling membantu, banyak hal yang bisa kita lakukan bersama,” ujar Sabri.

Ia berharap perbaikan swadaya tersebut dapat membuat jembatan lebih aman digunakan masyarakat sembari menunggu perhatian dan penanganan yang lebih berkelanjutan.

Berita Terkait  Jaga Harmoni di Tengah Keberagaman, PM-SART Serukan Bijak Bermedia Sosial

“Harapannya, jembatan ini bisa awet dan aman digunakan seluruh masyarakat. Semoga semangat gotong royong seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus terjaga dan menjadi inspirasi untuk kegiatan positif lainnya demi kemajuan Desa Aji Kuning,” tambahnya.

Perbaikan secara swadaya menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak selalu membuat masyarakat memilih diam. Warga Aji Kuning mengambil peran dengan apa yang mereka miliki, mulai dari tenaga, dana, material hingga konsumsi.

Meski demikian, kebutuhan terhadap infrastruktur yang aman dan layak tetap membutuhkan perhatian berkelanjutan. Perbaikan swadaya menjadi solusi awal sekaligus cermin kepedulian masyarakat, namun pemeliharaan dan penguatan jembatan dalam jangka panjang tetap diperlukan untuk menjamin keselamatan serta kelancaran aktivitas warga.

Bagi masyarakat Aji Kuning, jembatan tersebut menghubungkan lebih dari dua sisi sungai. Ia menghubungkan rumah dengan sekolah, warga dengan aktivitas ekonomi, serta satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Pada Minggu pagi itu, warga tidak hanya memperbaiki sebuah jembatan kayu. Mereka juga meneguhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *