Patroli Bersama “Gapai Batas” di Sebatik, Sinergi Lintas Instansi Jaga Perbatasan dan Kesejahteraan Rakyat

oleh -108 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, NUNUKAN — Menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan memastikan garis batas tetap aman.Kehadiran negara juga harus dirasakan masyarakat melalui pengawasan,pelayanan serta upaya menjaga aktivitas sosial dan ekonomi agar berjalan tertib.

Semangat itulah yang menjadi landasan pelaksanaan Patroli Bersama Perbatasan “Gapai Batas”dengan tema“Jaga Wilayahnya, Sejahterakan Rakyatnya”di wilayah Pulau Sebatik,Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sabtu (29/08/2026)

Kegiatan tersebut melibatkan unsur lintas instansi yang memiliki peran langsung dalam pengamanan dan pelayanan kawasan perbatasan RI–Malaysia.Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa pengelolaan perbatasan membutuhkan kerja bersama,bukan hanya mengandalkan satu institusi.

Patroli dipimpin dan diikuti oleh Kepala Bidang PLBN Sebatik/BNPP Nunukan Hariman Latuconsina bersama 20 personel.

Dari unsur TNI, hadir Danramil 0911-02/Sebatik Kapten Eko Daryanto bersama dua personel.Sementara dari kepolisian,kegiatan diikuti Wakapolsek Sebatik Timur Ipda Misni S.H.bersama empat personel.

Pengamanan kawasan perbatasan juga diperkuat personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL,yakni Wadanpos Tanjung Aru Serka Thomas bersama lima personel serta Dansi Intel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL Sertu Gendra Pratama bersama satu personel.

Selain itu, turut bergabung Serka Ade Mardiyanto dari Personel Satgas SGI.

Sinergi turut melibatkan unsur kesehatan dan karantina melalui Dokter Hewan Karantina Kesehatan Kelas I Tarakan Wilker Sebatik drh. Prayitno bersama dua personel.

Dari unsur keimigrasian,hadir Pimpasa Sebatik/Pos Imigrasi Sebatik Yulius bersama tiga personel.Sementara unsur pemerintah kecamatan diwakili Kasi Trantib Kecamatan Sebatik Utara Tahar bersama satu personel.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut semakin lengkap dengan kehadiran dua personel Posal Sei Pancang,dua personel Kantor BKI Wilayah Sebatik,serta dua personel Pos Bea Cukai Sebatik.

Patroli bersama di kawasan perbatasan memiliki arti strategis.Sebatik merupakan salah satu wilayah terdepan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Malaysia,sehingga stabilitas keamanan,kelancaran aktivitas masyarakat hingga pengawasan lalu lintas orang dan barang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu,patroli “Gapai Batas”tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan pengawasan wilayah.Lebih jauh,kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi dalam membaca berbagai dinamika yang muncul di tengah masyarakat.

Tema“Jaga Wilayahnya, Sejahterakan Rakyatnya” menegaskan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan kawasan perbatasan.

Kedaulatan harus dijaga,tetapi pada saat yang sama masyarakat yang hidup di garis depan negara juga harus mendapatkan rasa aman,kepastian pelayanan serta ruang untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan.

Kehadiran aparat dan lembaga negara secara bersama-sama di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan kawasan perbatasan tidak hanya menjadi halaman depan pertahanan negara,tetapi juga menjadi wilayah yang terus berkembang secara sosial dan ekonomi.

Kawasan perbatasan selama ini kerap dipandang dari perspektif keamanan.Padahal,denyut kehidupan masyarakat di wilayah tersebut jauh lebih kompleks.Aktivitas perdagangan,mobilitas masyarakat,pelayanan administrasi,kesehatan hewan,keimigrasian,kepabeanan hingga pengawasan wilayah laut saling berkaitan.

Kolaborasi dalam patroli“Gapai Batas”menunjukkan bahwa menjaga perbatasan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.

TNI dan Polri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan.BNPP memastikan pengelolaan kawasan perbatasan berjalan sesuai fungsi dan kebijakan.Imigrasi,Bea Cukai,Karantina,BKI,TNI AL,pemerintah kecamatan dan unsur terkait lainnya memiliki tugas masing-masing yang saling melengkapi.

Jika seluruh unsur bergerak dalam satu irama,pengawasan perbatasan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya,pesan yang ingin dibangun dari patroli bersama tersebut sederhana namun strategis,perbatasan harus aman agar masyarakat dapat hidup dan beraktivitas dengan tenang dan kesejahteraan masyarakat harus tumbuh agar kawasan perbatasan semakin kuat sebagai beranda terdepan Indonesia.

Dari Sebatik,semangat itu kembali ditegaskan menjaga batas negara bukan hanya tentang mempertahankan wilayah,tetapi juga memastikan rakyat yang tinggal di dalamnya merasakan hadirnya negara. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.