Satgas Citarum Bais TNI, Tim 16 Sebatik Gandeng Pemuda Perbatasan Cegah Karhutla,Spanduk“Stop Pembakaran Hutan” Dipasang di Titik Strategis

oleh -106 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi alarm bagi kawasan perbatasan.Di Pulau Sebatik,langkah pencegahan mulai diperkuat sebelum potensi kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Tim 16 Sebatik Satgas Bais Citarum TNI menggandeng pemuda Desa Aji Kuning,Kecamatan Sebatik Tengah, melakukan aksi pencegahan dengan memasang spanduk imbauan antikarhutla di Jalan Simpang SPBU Aji Kuning, Selasa (1/9/2026).

Spanduk tersebut memuat pesan tegas,“Stop Pembakaran Hutan,Mari Sama-Sama Menjaga Agar Hutan Tetap Hijau.”Lokasi pemasangan dipilih karena merupakan salah satu titik strategis yang ramai dilalui masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi karhutla di wilayah perbatasan RI–Malaysia.

Meski hingga kini kondisi Pulau Sebatik masih aman dari kejadian karhutla,kewaspadaan tetap diperlukan.Musim kemarau dan kondisi lahan yang semakin kering dapat meningkatkan risiko munculnya titik api apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Pemasangan spanduk tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial.Di balik pesan singkat tersebut terdapat upaya mendorong masyarakat agar tidak menunggu api muncul untuk kemudian bertindak.

Pelibatan pemuda Desa Aji Kuning juga menjadi bagian penting.Kelompok muda yang berada langsung di tengah masyarakat dinilai memiliki posisi strategis untuk menyebarkan pesan pencegahan sekaligus menjadi mata dan telinga lingkungan di wilayahnya.

Di kawasan perbatasan,persoalan menjaga lingkungan memiliki dimensi yang lebih luas.Selain melindungi ekosistem dan permukiman warga,kelestarian kawasan juga menjadi bagian dari menjaga ruang hidup masyarakat di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena itu,kesadaran mencegah karhutla tidak cukup dibebankan kepada aparat maupun pemerintah. Masyarakat memiliki peran yang sama penting,terutama dalam mencegah munculnya sumber api dari aktivitas sehari-hari.

Tim 16 Sebatik mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di area yang kondisi vegetasinya kering dan mudah terbakar.

Pencegahan sederhana tersebut dinilai penting karena kebakaran besar kerap berawal dari sumber api kecil yang kemudian sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

Selain mengedepankan edukasi,pengawasan terhadap kawasan yang dinilai rawan juga akan terus diperkuat. Sinergi dengan aparat keamanan,instansi terkait,pemerintah desa,tokoh masyarakat,serta kelompok pemuda menjadi bagian dari strategi menjaga Pulau Sebatik tetap aman dari ancaman karhutla.

Pesannya sederhana,tetapi menyangkut kepentingan bersama,jangan menunggu hutan terbakar untuk mulai peduli.

Di garis perbatasan,menjaga hutan bukan hanya soal mempertahankan warna hijau.Ini tentang melindungi lingkungan,ruang hidup masyarakat dan masa depan Pulau Sebatik. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.