Hasan Saleh Salurkan Alsintan ke Sebatik,Dorong Kemandirian Pangan di Perbatasan

oleh -253 Dilihat
oleh

SEBATIK BARAT— Ketergantungan pangan dari negara tetangga menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah perbatasan.Di Pulau Sebatik,Kabupaten Nunukan,upaya memperkuat produksi pangan lokal didorong melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sektor peternakan kepada puluhan kelompok tani.

Anggota Komisi IV DPR RI,Mayjen TNI (Purn) Drs.H. Hasan Saleh,menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Aula Kantor Kecamatan Sebatik Barat, Selasa (13/10/2026).

“Target kita,tidak selamanya kita memakan beras dari Malaysia,”tegas Hasan Saleh.

Pernyataan itu menegaskan arah yang ingin didorongnya, memperkuat kemampuan produksi pangan lokal agar masyarakat perbatasan memiliki pilihan pasokan yang semakin mandiri.

Sebelumnya,Hasan mengatakan telah mendorong keterlibatan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk mendukung masuknya beras ke Sebatik.Kini,dukungan diarahkan pula ke sektor hulu melalui penyediaan peralatan pertanian bagi petani.

Bantuan yang disalurkan mencakup traktor roda dua dan empat,pompa air,alat tanam padi (rice transplanter),mesin perontok padi (power thresher),mesin panen padi (combine harvester),serta bantuan peternakan ayam petelur.

“Pemerintah saat ini ingin segera swasembada pangan.Swasembada pangan tentunya diawali dari pertanian.Karena itu,pertanian yang ada di Sebatik harus kita dukung dengan alat-alat pertanian,” ujarnya.

Penggunaan alsintan modern diharapkan membantu petani mempercepat pekerjaan,menekan beban proses produksi dan meningkatkan hasil panen.Namun,keberhasilan upaya tersebut juga bergantung pada pemanfaatan alat secara optimal,kesiapan petani,serta keberlanjutan dukungan terhadap sektor pertanian.

Hasan menegaskan,penyaluran bantuan tidak hanya menyasar Sebatik.Sejumlah wilayah lain di Kalimantan Utara,seperti Tarakan,Bunyu dan Krayan,juga menjadi bagian dari distribusi bantuan.Pada 2027,ia berencana menjangkau Malinau,Sebuku dan daerah lainnya dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

Bantuan di Sebatik diserahkan kepada perwakilan sejumlah kelompok tani,antara lain Poktan Sinar Bahagia,Cahaya Bahagia,Bina Maisyah,Tellang,Sinar Harapan,Bina Usaha,Tani Enrekang dan Bina Salam.

Bagi wilayah perbatasan,penguatan pertanian bukan semata-mata soal ketersediaan alat.Tantangan yang lebih besar adalah memastikan lahan produktif,hasil panen yang berkelanjutan,dan distribusi pangan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan alsintan dan peternakan,petani Sebatik diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi.Tujuan akhirnya bukan hanya memperkuat sektor pertanian,melainkan juga membangun kemandirian pangan agar masyarakat di beranda terdepan Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan dari hasil produksi sendiri. ( Ozzie )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.