236 Pramuka Penggalang Beradu Kreativitas di Sebatik, Menempa Karakter Generasi Perbatasan

oleh -105 Dilihat
oleh
Para peserta Pramuka se- Pulau Sebatik di Kecamatan Sebatik Tengah (Foto: Kecamatan Sebatik Tengah)

SEBATIK TENGAH — Membentuk generasi muda yang unggul tidak cukup melalui pendidikan di ruang kelas. Kreativitas, kedisiplinan, kepemimpinan dan semangat kebersamaan juga perlu ditempa melalui pengalaman nyata. Semangat inilah yang mewarnai Lomba Karya Penggalang (LKP) Se-Pulau Sebatik Tahun 2026 di RTP Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kamis (15/10/2026).

Digelar oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Sebatik Tengah, kegiatan ini diikuti 236 peserta Pramuka Penggalang dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Pulau Sebatik. Mengusung tema “Melalui Lomba Karya Penggalang, Kita Wujudkan Generasi Unggul Berkarya untuk Negeri”, LKP menjadi ruang bagi generasi muda di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia untuk mengembangkan potensi, menguji keterampilan, dan membangun karakter.

Dua cabang perlombaan dipertandingkan, yakni ‘Dance Semaphore’ dan pionering. Lebih dari sekadar kompetisi,kedua cabang tersebut menuntut kreativitas,ketelitian,koordinasi,serta kemampuan bekerja sama dalam regu.

 

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Binamuda Kwartir Cabang (Kwarcab) Nunukan, H.Akhmad,M.Si, yang hadir mewakili Ketua Kwarcab Nunukan.Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Kwarran Sebatik Tengah dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan kompetisi dengan pembinaan karakter.

Ia menegaskan, keberhasilan seorang Pramuka tidak semata-mata ditentukan oleh piala atau predikat juara, tetapi juga oleh sikap,integritas dan kemampuannya menghargai sesama.

“Jadikan Lomba Karya Penggalang ini sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh dan menunjukkan karakter terbaik sebagai Pramuka Penggalang. Raihlah prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas, integritas dan persaudaraan,karena kemenangan sejati bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang berkarakter,” pesan Akhmad.

 

Pesan tersebut menempatkan LKP sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Dalam kompetisi, peserta tidak hanya belajar menampilkan kemampuan terbaik,tetapi juga memahami arti kejujuran, menghargai perbedaan dan menerima hasil perlombaan dengan sikap dewasa.

Ketua Kwarran Sebatik Tengah sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Hasrul,S.IP., mengatakan LKP merupakan salah satu program kerja Kwarran Sebatik Tengah Tahun 2026. Kegiatan ini dirancang untuk menyediakan ruang pengembangan potensi bagi Pramuka Penggalang sekaligus mempererat hubungan antarpangkalan di Pulau Sebatik.

 

Berdasarkan data panitia, cabang pionering diikuti sembilan tim tingkat SD/MI dan dua tim tingkat SMP/MTs. Adapun cabang ‘Dance Semaphore’diikuti 11 tim tingkat SD/MI dan enam tim tingkat SMP/MTs. Penyelenggaraan kegiatan tidak dipungut biaya pendaftaran. Pendanaannya bersumber dari bantuan keuangan Kwarcab Nunukan kepada Kwarran Sebatik Tengah Tahun 2026. Hasrul mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan perlombaan sebagai pengalaman berharga,bukan semata-mata arena untuk mengalahkan lawan.

 

 

“Junjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Menang dan kalah itu biasa, yang luar biasa adalah pengalaman dan persaudaraan yang kalian dapatkan. Tampilkan karya terbaik regu kalian dengan penuh semangat dan gembira. Jaga ketertiban, kebersihan dan kekompakan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan masih membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan. Karena itu,panitia mengharapkan bimbingan Kwarcab, dukungan Mabiran, serta kerja sama seluruh pihak agar pembinaan kepramukaan di Sebatik Tengah dapat terus berkembang. Dukungan serupa disampaikan Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Sebatik Tengah, Aris Nur,S.STP.,M.M. Ia memandang LKP sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mandiri, berjiwa Pancasila, memiliki daya saing dan mampu memikul tanggung jawab kepemimpinan.

 

“Melalui kegiatan ini, Kwarran Gerakan Pramuka Sebatik Tengah terus meneguhkan komitmennya dalam membina generasi muda agar berkarakter, berdaya saing dan mampu menjadi pemimpin masa depan,” kata Aris.

 

Ia menegaskan, Mabiran akan terus mendukung kegiatan positif yang mendorong lahirnya generasi muda berprestasi, berintegritas dan berakhlak mulia. Partisipasi pangkalan dari berbagai wilayah Pulau Sebatik memperlihatkan pentingnya ruang pertemuan bagi anggota Pramuka untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.

 

Adi, pembina pendamping pangkalan SMPN 1 Sebatik Utara yang juga Wakil Ketua Kwarran Sebatik Utara, menyambut baik pelaksanaan LKP 2026 dan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang ini memberikan kesempatan kepada Pramuka Penggalang untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan kreativitas, serta membangun kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan.

 

“Besar harapan kami, melalui Lomba Karya Penggalang Tahun 2026 ini, lahir generasi muda Pulau Sebatik yang tangguh, kreatif, berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan tinggi,” ujar Adi.

 

Di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, pembinaan generasi muda memiliki arti penting dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab, solidaritas dan kecintaan terhadap Tanah Air. Karena itu, kegiatan kepramukaan seperti LKP diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun kualitas generasi muda.

 

Melalui LKP Se-Pulau Sebatik 2026,Kwarran Sebatik Tengah menegaskan bahwa prestasi dan karakter harus tumbuh beriringan. Sebab, generasi unggul bukan hanya mereka yang mampu menunjukkan keterampilan, melainkan juga mereka yang menjunjung kejujuran, menghargai sesama, dan siap berkarya untuk negeri. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.