RESPON CEPAT PRAJURIT TNI AL,PERAHU WARGA TENGGELAM DI PERAIRAN SEBATIK BERHASIL DIEVAKUASI TANPA KORBAN JIWA

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA – Prajurit Pos TNI AL (Posal) Sei Panjang bersama prajurit KRI Lumba-Lumba 881 kembali menunjukkan profesionalisme dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat maritim. Dengan respon cepat dan terkoordinasi, mereka berhasil mengevakuasi perahu warga yang tenggelam di perairan Pulau Sebatik,Jumat (17/4/2026).
Insiden bermula saat sebuah perahu kayu (long boat) dilaporkan karam di perairan Sungai Melayu,wilayah Malaysia,pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.Perahu tersebut diketahui tengah mengangkut kebutuhan pokok berupa beras dan air mineral dari Malaysia menuju Pulau Sebatik.

Komandan Posal Sungai Pancang,Kapten Laut (S) Sugeng Tri Mulyanto, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media. Ia menyebutkan bahwa peristiwa kecelakaan laut itu terjadi di wilayah perbatasan perairan Malaysia.
Berdasarkan data di lapangan, perahu tersebut diawaki dua orang yang identitasnya disamarkan,yakni A.R. (31) selaku motoris kapal, dan S. (63) sebagai anak buah kapal (ABK). Keduanya merupakan warga Pulau Sebatik.
Perahu kayu berinisial HJ berukuran sekitar 5 GT itu dilaporkan tenggelam saat membawa muatan dalam jumlah besar,yakni sekitar 1.400 sak beras dan 600 dus air mineral.Diduga,kelebihan muatan turut memperparah kondisi kapal.
Menerima laporan kejadian, prajurit TNI AL langsung bergerak cepat menuju lokasi.Bersama masyarakat setempat,proses evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi kapal yang sudah terendam sebagian.
Berkat sinergi antara prajurit dan warga,perahu berhasil diamankan dari perairan sebelum mengalami kerusakan lebih parah.Seluruh awak kapal pun dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.
Dari hasil analisa sementara, tenggelamnya perahu diduga akibat faktor teknis berupa kerusakan mesin yang kemudian diikuti kebocoran pada lambung kapal. Kondisi tersebut diperparah dengan beban muatan yang melebihi kapasitas.
Kapten Laut (S) Sugeng Tri Mulyanto menegaskan bahwa respon cepat yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta menjaga keselamatan masyarakat di wilayah perairan, khususnya di kawasan perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.
“Kehadiran TNI AL di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman dan bantuan nyata, terutama dalam situasi darurat di laut,” ujarnya.
Aksi sigap prajurit TNI Angkatan Laut ini pun menuai apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa sangat terbantu. Keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa menjadi bukti nyata peran strategis TNI AL dalam menjaga keselamatan pelayaran dan melindungi masyarakat pesisir. (Ozzie)
![]()
