NunukanSebatik

PLN Diduga Tutup Mata, Kampung Tebol Tetap Gelap, Dikonfirmasi Tak Dijawab

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK –Di tengah gencarnya narasi pemerataan pembangunan dan elektrifikasi nasional,kenyataan di Kampung Tebol,Desa Sungai Limau,Kecamatan Sebatik Tengah,justru menjadi tamparan keras. Hingga hari ini, wilayah tersebut masih belum tersentuh aliran listrik, sementara pihak PLN Nunukan memilih bungkam saat dimintai penjelasan.

Media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Manajer PLN Nunukan, Rendra melalui pesan WhatsApp pada 23 April 2026. Namun hingga berita ini diterbitkan,tidak ada satu pun tanggapan yang diberikan. Pesan yang dikirim seolah menguap tanpa jawaban, mempertegas kesan bahwa persoalan ini tidak dianggap sebagai prioritas.

Berita Terkait  Penghentian Sementara Pelayanan Kebersihan Desa Aji Kuning

Sikap diam tersebut menuai kekecewaan mendalam dari masyarakat. Bagi warga Kampung Tebol, ini bukan sekadar soal lambatnya pembangunan,melainkan tentang hak dasar yang terus diabaikan.Di saat daerah lain sudah berbicara soal kemajuan,digitalisasi dan layanan modern,warga di sini masih berkutat dengan gelap,genset seadanya dan pelita di malam hari.

“Kalau memang belum bisa di sampaikan. Kalau ada rencana, jelaskan. Jangan diam seperti ini. Kami butuh kepastian, bukan dibiarkan terus menunggu tanpa arah,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Lebih jauh, kondisi ini memperlihatkan jurang ketimpangan yang nyata,terutama di wilayah perbatasan seperti Sebatik Tengah.Kampung Tebol seakan menjadi simbol kegagalan distribusi pembangunan—di mana listrik,sebagai kebutuhan paling mendasar,justru belum mampu dihadirkan.

Berita Terkait  Semangat Pantang Surut, Pos Damkar Sektor Sebatik Amankan Ular Kobra di Objek Wisata pada Tugas Perdana

Minimnya transparansi dari pihak PLN juga memunculkan berbagai pertanyaan.Apakah memang tidak ada perencanaan?Apakah kendala teknis begitu besar hingga tidak bisa dijelaskan ke publik? Atau justru persoalan ini sengaja dibiarkan berlarut tanpa kejelasan?

Dampaknya tidak main-main.Anak-anak kesulitan belajar di malam hari,aktivitas ekonomi terhambat dan kualitas hidup masyarakat tertahan di tengah keterbatasan.Ironisnya,semua ini terjadi di negeri yang terus menggaungkan kemajuan infrastruktur.

Berita Terkait  Pelajar, Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Menerima Paket Makan Bergizi Gratis Perdana di Kecamatan Sebatik Tengah

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius,tidak hanya bagi PLN,tetapi juga pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.Ketika komunikasi saja tidak dibuka,kepercayaan publik pun perlahan terkikis.

Kini,masyarakat Kampung Tebol hanya bisa menunggu—menunggu apakah akan ada tindakan nyata atau kembali dipaksa menerima kenyataan pahit bahwa janji tinggal janji,sementara gelap terus menjadi teman setia setiap malam. (***)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *