Ramsah Angkat Suara Soal Jalan Kampung Tebol, “Warga Perbatasan Juga Anak Bangsa”

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN — Derita panjang masyarakat Kampung Tebol,Desa Sungai Limau,Kecamatan Sebatik Tengah,akhirnya kembali menggema di hadapan rombongan DPRD Kabupaten Nunukan.Jalan rusak,akses yang sulit dilalui hingga minimnya perhatian pembangunan menjadi kenyataan yang setiap hari dihadapi warga di wilayah perbatasan tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Nunukan Ramsah,menegaskan bahwa kondisi Kampung Tebol tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.Menurutnya,pemerintah harus segera hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat yang sudah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan infrastruktur.

“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat berjuang dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.Ini bukan persoalan baru dan tidak boleh terus dibiarkan.Warga perbatasan juga berhak menikmati pembangunan yang layak,” tegas Ramsah saat meninjau lokasi.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi pengingat keras bahwa pembangunan di Kabupaten Nunukan tidak boleh hanya berpusat di wilayah perkotaan.Pemerataan pembangunan,kata dia harus benar-benar dirasakan hingga ke desa dan pelosok perbatasan yang selama ini masih tertinggal.
Di hadapan rombongan DPRD, warga Kampung Tebol pun menyampaikan harapan sederhana namun menyentuh.Mereka meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi yang mereka alami selama bertahun-tahun.
“Perhatikan kami,karena kami juga warga Kabupaten Nunukan yang berhak merasakan pemerataan pembangunan,” ungkap warga dengan penuh harap.
Ramsah menegaskan,kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi ataupun seremonial belaka.DPRD datang untuk mendengar langsung suara masyarakat dan memastikan persoalan yang terjadi di Kampung Tebol menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Hari ini kami melihat sendiri bagaimana kondisi masyarakat.Infrastruktur jalan memang sangat membutuhkan perhatian.Semua aspirasi ini kami catat dan akan kami perjuangkan bersama di DPRD,” ujarnya.
Ia memastikan suara masyarakat Kampung Tebol tidak akan berhenti di ruang pertemuan semata.Seluruh keluhan dan harapan warga akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar segera mendapat tindak lanjut nyata.
“Kami ingin pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.Jangan sampai warga di wilayah perbatasan terus merasa tertinggal.Pemerintah harus hadir,bukan hanya mendengar, tetapi juga segera bertindak,” tambahnya.
Kunjungan tersebut meninggalkan pesan kuat bahwa masyarakat perbatasan tidak membutuhkan janji semata.Mereka hanya ingin merasakan hak yang sama sebagai warga negara,jalan yang layak,akses yang mudah dan perhatian nyata dari pemerintah yang selama ini mereka nantikan.
![]()
