Diduga Diusir dari Rumah Singgah Saat Berobat, Kisah Mawar Picu Sorotan Publik dan DPRD Nunukan

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK, KALTARA — Nasib pilu yang dialami seorang warga Sebatik berinisial Mawar memicu sorotan publik setelah dirinya diduga kehilangan tempat tinggal saat sedang menjalani pengobatan di luar daerah. Sabtu 29 Mei 2026
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan mendapat respons dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Dr. Andi Mulyono.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mawar merupakan perempuan yang hidup dalam kondisi ekonomi terbatas dan tengah berjuang melawan penyakit serius. Ia diketahui telah menjalani operasi pengangkatan satu ginjal dan kini hanya memiliki satu ginjal yang masih berfungsi. Dalam beberapa bulan terakhir, Mawar rutin menjalani pemeriksaan dan pengobatan di Kota Tarakan.

Sebelumnya, Mawar menempati salah satu rumah yang berada di lingkungan perumahan pemerintah di Kec. Sebatik. Menurut keterangan warga, izin penggunaan rumah tersebut diberikan pada masa kepemimpinan camat sebelumnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Mawar yang kerap keluar masuk rumah sakit dan mengalami kesulitan ekonomi.
“Waktu itu diberikan kebijakan untuk tinggal di sana karena kondisinya memang memprihatinkan.Bahkan ada bantuan biaya pengobatan karena sering harus berobat keluar daerah,” ujar seorang warga yang mengaku mengetahui proses tersebut.
Namun situasi berubah setelah terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat kecamatan. Sejumlah warga mengaku telah menyampaikan permohonan agar Mawar tetap diberikan kesempatan menempati rumah tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya serta kebutuhan hidup anak-anaknya.
Persoalan memuncak ketika Mawar kembali dari menjalani pengobatan. Saat hendak kembali ke rumah yang selama ini ditempatinya, ia mendapati rumah tersebut tidak lagi dapat diakses karena gembok telah diganti.
Kejadian itu memicu reaksi keluarga dan warga yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan kepekaan sosial terhadap warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian DPRD Kabupaten Nunukan. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Dr. Andi Mulyono menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Mawar dan meminta pemerintah daerah segera melakukan penelusuran secara menyeluruh.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami saudari Mawar. Jika benar ada warga yang sedang sakit dan kehilangan tempat tinggal saat menjalani pengobatan, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.
Menurutnya, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengedepankan pelayanan publik, empati dan aspek kemanusiaan dalam setiap kebijakan yang diambil, terlebih ketika menyangkut warga yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Ia juga meminta seluruh pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka agar fakta-fakta yang sebenarnya dapat diketahui masyarakat secara objektif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Selain itu, DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial bagi masyarakat rentan, termasuk menyediakan rumah singgah atau hunian sementara bagi warga kurang mampu yang sedang menjalani pengobatan maupun menghadapi keadaan darurat sosial.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengusiran yang disampaikan oleh keluarga Mawar dan sejumlah warga.
Kasus yang menimpa Mawar kini menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat Sebatik. Di tengah perjuangannya melawan penyakit dan keterbatasan ekonomi, publik mempertanyakan sejauh mana kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada warga yang paling membutuhkan bantuan.
Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat penyelesaian yang adil dan manusiawi, serta menjadi bahan evaluasi agar tidak ada lagi warga yang merasa kehilangan tempat berlindung saat sedang berjuang mempertahankan hidup. (Tim*)
![]()
