Nunukan

Pemilik Pulang Kampung, Toko Sembako dan Agen di Nunukan Ludes Terbakar

Bagikan ke
Api Melalap Toko Sembako di Nunukan,Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

NUNUKAN, 20 Juni 2026 – Kebakaran hebat melanda sebuah toko sembako sekaligus agen kebutuhan pokok di Jalan RA Kartini RT 07,Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara,Jumat malam (19/6/2026).

Bangunan semi permanen berukuran sekitar 8 x 15 meter itu hangus dilalap api dalam waktu singkat saat pemiliknya diketahui sedang pulang kampung.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.Kobaran api yang membesar disertai kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi dari kawasan permukiman padat penduduk,memicu kekhawatiran api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan,Wahyudi Kawariyin,mengatakan laporan pertama diterima dari seorang warga bernama Agus Nuryanto sekitar pukul 21.05 Wita.

Mendapat informasi tersebut, petugas yang bersiaga di Markas Komando Damkar langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran.

Berita Terkait  Apel Tantingan, Tradisi Wajib dalam Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka Kabupaten Nunukan

“Ketika petugas tiba di lokasi,kondisi api sudah membesar dan menguasai bangunan toko,”kata Wahyudi.

Di tengah kobaran yang terus membesar,petugas berjibaku melakukan pemadaman.Personel yang berada di garis depan harus menerobos kepulan asap tebal dan menghadapi suhu panas tinggi untuk mengendalikan api agar tidak menjalar ke bangunan lain.

Berkat respons cepat petugas,kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 30 menit.Meski demikian,proses belum berhenti.Tim Damkar kemudian melaksanakan pendinginan selama lebih dari satu jam guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran diterjunkan dalam operasi tersebut.

Sementara itu,penjaga toko,La Amba (56),mengaku sedang berada di meja kasir saat kejadian berlangsung. Ia menuturkan api pertama kali terlihat muncul dari bagian atap di belakang bangunan sebelum dengan cepat membesar.

“Saat itu saya berada di kasir.Tiba-tiba api muncul dari atap bagian belakang dan langsung membesar,” ujarnya.

Menurutnya,banyaknya barang dagangan dan material yang mudah terbakar di dalam bangunan membuat api dengan cepat melalap seluruh isi toko.Empat orang yang berada di lokasi saat itu hanya sempat menyelamatkan diri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bagian belakang bangunan digunakan sebagai dapur sekaligus tempat beristirahat.Hingga kini,penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Berita Terkait  PDAM Sebatik Lumpuh, Warga Tercekik, Air Tak Mengalir, Tagihan Tetap Jalan

Akibat peristiwa tersebut,pemilik toko diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.Selain berfungsi sebagai toko sembako,bangunan tersebut juga menjadi agen penyimpanan dan distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Ironisnya,lokasi tersebut tercatat pernah mengalami musibah serupa. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan,pada 12 Desember 2023 kawasan yang sama juga pernah dilanda kebakaran besar,meski saat itu dimiliki oleh pemilik yang berbeda.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,terutama pada bangunan usaha yang menyimpan barang dalam jumlah besar dan mudah terbakar.Di tengah kerugian yang ditinggalkan,warga berharap penyebab kebakaran segera terungkap agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *