Jaga Harmoni di Tengah Keberagaman, PM-SART Serukan Bijak Bermedia Sosial

oleh -154 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN – Pasukan Serdadduq Adat Regant Tatau (PM-SART) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Nunukan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman menyusul adanya dugaan unggahan di media sosial Facebook yang dinilai mengandung kata-kata tidak pantas dan menyinggung suku Dayak.

Ajakan tersebut disampaikan setelah sekitar 10 anggota PM-SART yang dipimpin Koordinator Lapangan Irwan mendatangi Polres Nunukan, Selasa (4/8/2026),

guna menyampaikan aspirasi sekaligus meminta agar persoalan tersebut ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Ketua PM-SART DPD Kabupaten Nunukan, Patih Zainal Abidinsyah,SE mengatakan langkah organisasi yang dipimpinnya merupakan bentuk kepedulian terhadap terpeliharanya keharmonisan masyarakat Kabupaten Nunukan yang selama ini dikenal hidup dalam keberagaman suku,agama dan budaya.

Menurutnya, setiap perbedaan pandangan maupun persoalan yang muncul di ruang digital harus disikapi secara dewasa dengan mengedepankan dialog,musyawarah dan penghormatan terhadap hukum,bukan melalui tindakan yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

“Media sosial harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya. Mari kita lebih berhati-hati dalam membuat unggahan maupun komentar agar tidak menyinggung suku,agama, ras ataupun golongan tertentu. Keberagaman adalah kekuatan Kabupaten Nunukan yang harus kita jaga bersama,” ujar Zainal saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, sejumlah anggota PM-SART bersama organisasi kemasyarakatan PUSAKA, LPDKT dan TBBR sempat bergerak menuju kawasan Sungai 9. Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah jajaran Polres Nunukan melakukan langkah-langkah persuasif dan pendekatan humanis sehingga kondisi tetap aman serta tidak berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

PM-SART memberikan apresiasi atas respons cepat Polres Nunukan yang dinilai mampu meredam potensi eskalasi situasi melalui komunikasi dan pendekatan yang mengedepankan dialog.Langkah tersebut dinilai mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan,tokoh adat,organisasi kemasyarakatan,tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Zainal juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun narasi yang beredar di media sosial. Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri,mengedepankan rasa saling menghormati, serta menyerahkan penanganan persoalan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan sebagai media yang memperkuat persaudaraan,memperluas silaturahmi dan membangun komunikasi yang sehat antarmasyarakat,bukan menjadi sarana menyebarkan ujaran yang berpotensi memecah persatuan.

Hingga Selasa (4/8/2026), situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nunukan dilaporkan tetap aman dan berangsur kondusif. PM-SART berharap seluruh masyarakat terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, menghormati keberagaman serta bersama-sama memelihara suasana damai sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Nunukan yang aman, harmonis dan sejahtera.

Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, PM-SART menegaskan bahwa menjaga etika dalam berkomunikasi merupakan tanggung jawab bersama.Organisasi tersebut meyakini bahwa semangat saling menghargai,menghormati perbedaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan menjadi modal utama dalam merawat persatuan dan menjaga keharmonisan masyarakat Kabupaten Nunukan. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.