HUT ke-81 TNI AL di Sebatik Tak Sekadar Upacara, 800 Meter Pantai Kayu Angin Dibersihkan

oleh -303 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tidak berhenti pada seremoni dan barisan upacara.

Di Pantai Kayu Angin, Kecamatan Sebatik, peringatan tersebut diterjemahkan melalui aksi nyata. Personel TNI AL bersama aparat keamanan,pemerintah,mahasiswa,pemadam kebakaran hingga masyarakat bergotong royong membersihkan sekitar 800 meter garis pantai.

Kegiatan yang digelar Minggu, 6 September 2026,itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI AL yang mengusung tema,“Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Di wilayah perbatasan yang kehidupan masyarakatnya begitu dekat dengan laut,tema tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang sederhana namun nyata’menjaga pesisir berarti ikut menjaga ruang hidup masyarakat.

Aksi bersih pantai dipimpin Dansatgasmar Pam Puter Pulau Sebatik XXX,Kapten Mar Ahmad Rizwan,S.Tr.Han dan dilaksanakan secara terpadu melalui video conference (Vicon).

Sejak pagi,peserta bergerak menyisir kawasan pesisir.Sampah yang ditemukan dikumpulkan dan dibersihkan dari sepanjang garis pantai.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan unsur militer.Camat,personel kepolisian,mahasiswa KKN,pemadam kebakaran,perangkat desa dan masyarakat turut turun langsung bergotong royong.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir di antaranya Camat Sebatik Induk Hadriyani,S.E., Danposal Sei Pancang Kapten Laut Sugeng, Danposal Sei Nyamuk Kapten Laut Setiawan Budi, Danposal Sei Taiwan Lettu Laut Fitra serta personel Pos Marinir dan Brimob.

Hadir pula Kepala Desa Padaidi,Kepala Desa Tanjung Karang dan Kepala Desa Sungai Manurung.

Rangkaian kegiatan diawali apel kesiapan dan pembagian sektor sekitar pukul 09.50 WITA.Sepuluh menit kemudian,seluruh peserta bergerak menuju sektor masing-masing untuk memulai pembersihan.

Kurang lebih 800 meter garis pantai kemudian disisir secara bersama-sama.Selama lebih dari satu jam,personel gabungan dan masyarakat mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan pesisir.

Pembersihan rampung sekitar 11.05 WITA.Setelah sesi foto bersama,seluruh rangkaian kegiatan ditutup sekitar 11.20 WITA dalam kondisi aman dan lancar.

Namun,makna kegiatan tersebut sejatinya tidak berhenti pada berapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan.

Membersihkan pantai hanya menyelesaikan persoalan yang terlihat.Tantangan yang lebih besar adalah memastikan sampah tidak kembali memenuhi garis pesisir pada hari-hari berikutnya.

Pantai dapat dibersihkan dalam hitungan jam ketika banyak orang turun tangan.Tetapi mempertahankannya tetap bersih membutuhkan sesuatu yang jauh lebih panjang’kesadaran,kebiasaan,fasilitas dan pengawasan yang konsisten.

Sampah plastik menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.Ketika masuk ke lingkungan laut,sampah tersebut dapat bertahan dalam waktu lama dan berpotensi mengganggu ekosistem serta kehidupan biota laut.

Karena itu,aksi bersih pantai semestinya tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.Momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran lingkungan yang lebih permanen.

Masyarakat memiliki peran penting dengan tidak membuang sampah sembarangan.Pengunjung kawasan pantai juga perlu memiliki kesadaran yang sama.

Di sisi lain, pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan tersedianya fasilitas persampahan,sistempengelolaan limbah,edukasi lingkungan serta pengawasan yang memadai.

Jika aturan larangan membuang sampah sembarangan telah diberlakukan,penegakannya juga harus berjalan konsisten.

Sebab,mengangkat sampah dari pantai adalah solusi sementara.Mencegah sampah sampai ke pantai adalah solusi yang sesungguhnya.

Aksi di Pantai Kayu Angin memberi warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 TNI AL.

Semangat Jalesveva Jayamahe tidak hanya dimaknai dalam konteks kekuatan dan keamanan di laut.Di wilayah pesisir seperti Sebatik,semangat tersebut juga dapat dimaknai sebagai kepedulian terhadap laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Sebatik memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan Indonesia.Karena itu,menjaga kawasan perbatasan bukan hanya soal keamanan teritorial,tetapi juga memastikan lingkungan tempat masyarakat hidup tetap terpelihara.

Kedaulatan dijaga di perbatasan.Kehidupan dijaga di pesisir.Keduanya membutuhkan kepedulian yang sama.

Sekitar 800 meter Pantai Kayu Angin dibersihkan secara bersama-sama.Tetapi pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah seluruh peserta meninggalkan lokasi.

Menjaga pantai tetap bersih bukan semata-mata tugas TNI AL.Bukan pula hanya tanggung jawab pemerintah atau masyarakat.Ia merupakan pekerjaan bersama.

Karena laut tidak mengenal batas ketika menerima sampah.Dampaknya juga tidak mengenal siapa yang membuangnya.

Dari Pantai Kayu Angin, peringatan HUT ke-81 TNI AL meninggalkan pesan yang sederhana,tetapi penting’

Laut bukan tempat membuang sampah.Laut adalah ruang hidup yang harus dijaga hari ini agar tetap layak diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.