Lapas Nunukan Diperketat, Razia Gabungan Temukan Puluhan Barang Terlarang

oleh -573 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan diperketat.Menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas),Lapas Nunukan menggandeng TNI,Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menggelar razia gabungan serta tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),
Senin (21/9/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban,sekaligus menutup celah masuknya barang-barang terlarang dan potensi penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas.

Razia diawali apel bersama sebagai bentuk kesiapan personel.Tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan secara acak terhadap kamar hunian WBP dan sejumlah titik di lingkungan Lapas.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan ketelitian,ketertiban serta prosedur yang berlaku.

Tak berhenti pada pemeriksaan kamar,petugas juga melakukan tes urine terhadap WBP. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan menegaskan,kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan jajaran Lapas dalam menindaklanjuti arahan Ditjenpas sekaligus memperkuat sistem pengamanan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Ditjenpas dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas,” ujar Donny.

Ia menilai keterlibatan TNI,Polri dan BNN menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan.

“Sinergi bersama TNI,Polri dan BNN sangat penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan secara bersama-sama,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lingkungan hunian WBP.

Barang tersebut meliputi 9 sendok besi,18 botol kaca,8 gunting kuku dan pinset,4 kaca,4 paku,1 gergaji besi,1 silet serta 15 alat cukur jenggot.

Temuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,termasuk proses pemusnahan terhadap barang-barang yang dinyatakan tidak diperbolehkan berada di lingkungan Lapas.

Donny menegaskan,pengamanan Lapas membutuhkan keterlibatan lintas instansi.Menurutnya,sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait harus terus diperkuat untuk menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.

“Melalui sinergi ini,kami berharap Lapas Nunukan dapat terus menciptakan lingkungan yang aman,tertib dan kondusif,sehingga seluruh program pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik,”ucapnya.

Razia gabungan dan tes urine berlangsung aman dan tertib.Lapas Nunukan memastikan kegiatan serupa menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat deteksi dini,meningkatkan pengawasan serta mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Bagi Lapas Nunukan,pengamanan bukan hanya soal pemeriksaan setelah adanya pelanggaran.Pengawasan secara berkala dan kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap terkendali dan program pembinaan WBP dapat berlangsung secara optimal. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.