Kepala Desa Sungai Limau: “Warga Kami Sudah 25 Tahun Menanti Jalan dan Listrik”

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK TENGAH — Penantian panjang masyarakat Kampung Tebol,Desa Sungai Limau,Kecamatan Sebatik Tengah,terhadap pembangunan infrastruktur akhirnya kembali disuarakan secara langsung di hadapan rombongan DPRD Kabupaten Nunukan dan pihak terkait yang hadir meninjau wilayah tersebut.
Dalam suasana penuh harapan, Kepala Desa Sungai Limau,Mardin,menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang selama puluhan tahun masih dirasakan masyarakat,khususnya warga di RT 05 dan RT 08.

Di hadapan para perwakilan rakyat,Mardin mengungkapkan bahwa sejak sekitar tahun 2004 masyarakat sudah menanti kelanjutan pembangunan jalan yang menjadi akses utama warga untuk beraktivitas,mengangkut hasil pertanian hingga kebutuhan darurat seperti membawa warga sakit dan anak-anak menuju sekolah.
“Kurang lebih sejak tahun 2004 jalan ini mulai dikerjakan sekitar satu kilometer lebih,tetapi sampai hari ini belum ada kelanjutannya.Padahal masyarakat kami di sini ada sekitar 48 kepala keluarga yang sangat bergantung pada akses tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya,masyarakat Kampung Tebol bukan meminta sesuatu yang berlebihan.Warga hanya berharap adanya pemerataan pembangunan agar mereka juga dapat menikmati fasilitas dasar sebagaimana masyarakat di wilayah lain.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pembangunan nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat sebenarnya tidak berharap bantuan sesaat.Yang lebih dibutuhkan adalah jalan yang layak dan listrik yang masuk ke kampung kami.Kalau akses terbuka dan listrik tersedia,masyarakat bisa bergerak sendiri meningkatkan ekonomi mereka,” ujar Mardin.
Selain persoalan jalan,kondisi listrik di beberapa wilayah Kampung Tebol juga masih memprihatinkan.Hingga kini masih terdapat titik permukiman yang belum tersentuh jaringan listrik PLN sama sekali.
Pemerintah desa,kata Mardin, sebenarnya telah berulang kali mengusulkan persoalan tersebut melalui berbagai forum resmi,termasuk Musrenbang tingkat kecamatan maupun kabupaten.Bahkan usulan pembangunan listrik sempat menjadi prioritas utama dalam pembahasan tahun 2024.
“Kami dari pemerintah desa sudah berkali-kali memperjuangkan ini.Dalam Musrenbang bahkan pernah menjadi ranking satu prioritas.Tetapi sampai sekarang masyarakat masih terus menunggu realisasinya,” katanya.
Meski demikian,Mardin tetap menyampaikan persoalan tersebut dengan penuh kehati-hatian.Ia menegaskan bahwa pemerintah desa memahami adanya regulasi dan kewenangan yang membatasi ruang gerak desa dalam menangani pembangunan yang masuk aset daerah maupun provinsi.
“Kami tidak menyalahkan siapa-siapa.Kami paham ada aturan dan kewenangan yang harus dijalankan.Karena itu kami sangat berharap dukungan dari DPRD dan seluruh pihak terkait agar aspirasi masyarakat ini benar-benar bisa diperjuangkan,” jelasnya.
Kehadiran rombongan DPRD Kabupaten Nunukan di Kampung Tebol disebut menjadi momen penting bagi masyarakat yang selama ini merasa suaranya jarang terdengar langsung oleh para pengambil kebijakan.

Mardin pun mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya kondisi masyarakat di wilayah tersebut dapat dilihat secara langsung oleh para wakil rakyat.
“Baru kali ini kami benar-benar merasa kondisi masyarakat kami dilihat langsung.Kami sangat berterima kasih atas kehadiran bapak-bapak semua ke Kampung Tebol untuk melihat sendiri bagaimana keadaan masyarakat di sini,” tuturnya.
Tak hanya menyampaikan keluhan,Kepala Desa Sungai Limau itu juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat membangun daerah,termasuk dengan mengelola kebun dan lahan pertanian secara aktif agar roda ekonomi tetap berjalan.
Ia berharap kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa,tetapi menjadi awal dari hadirnya perhatian nyata pemerintah terhadap masyarakat perbatasan yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan.
Bagi warga Kampung Tebol,jalan yang layak dan listrik bukan sekadar fasilitas pembangunan.Itu adalah harapan tentang masa depan yang lebih baik,tentang anak-anak yang bisa belajar dengan terang,serta tentang hasil kebun yang bisa sampai ke pasar tanpa harus melewati jalan rusak dan penuh kesulitan. (Ozzie)
![]()
