HUKUM

Penemuan Bayi di Tas Hitam Sebatik, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Bagikan ke

SEBATIK, NUNUKAN — Suasana di kawasan Jalan Jenderal Sudirman,Kecamatan Sebatik,Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara,mendadak berubah mencekam pada Minggu (23/8/2026) sore.Warga menemukan jasad seorang bayi perempuan di dalam sebuah tas berwarna hitam yang tergeletak di sekitar perbatasan Desa Padaidi dan Desa Sungai Manurung.

Penemuan itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Millang sekitar pukul 17.41 WITA.Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk ditangani lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun di lapangan,Millang sebelumnya menghentikan kendaraannya di pinggir jalan sekitar pukul 17.30 WITA.Saat berada di lokasi,ia mencium aroma tidak sedap yang cukup menyengat.

Merasa penasaran,Millang kemudian berupaya mencari sumber bau tersebut.Tidak jauh dari tempatnya berhenti,ia melihat sebuah tas berwarna hitam yang tergeletak di sekitar lokasi.

Tas tersebut dalam kondisi dikerumuni lalat dan mengeluarkan bau menyengat. Karena merasa curiga,Millang kemudian memeriksa tas tersebut.Dari pemeriksaan itulah ia mendapati jasad seorang bayi di dalamnya.

Berita Terkait  Polda Aceh Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Wastafel

Terkejut dengan temuannya,Millang meminta bantuan sejumlah pengendara yang melintas sebelum menghubungi anggota Polsek Sebatik Timur.

Petugas kepolisian kemudian tiba di lokasi dan melakukan penanganan awal.Area sekitar penemuan turut diamankan guna mendukung proses pemeriksaan dan penyelidikan.

Sekitar pukul 18.35 WITA,jasad bayi dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sungai Taiwan untuk menjalani pemeriksaan medis.

Sekitar pukul 20.14 WITA,pemeriksaan visum dilakukan oleh dokter Aznizah.Berdasarkan identifikasi awal,bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan.

Namun,identitas bayi serta identitas orang tua atau pihak keluarga hingga kini belum diketahui.

Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Didik Triastoro, S.H,, M.H., ,saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut.

Kendati demikian,kepolisian belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai identitas bayi maupun kemungkinan adanya pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Penemuan jasad bayi di dalam tas tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang kini menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat.

Polisi perlu mengungkap bagaimana bayi tersebut bisa berada di dalam tas,sejak kapan tas tersebut berada di lokasi,serta siapa yang menempatkannya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh,penyelidikan dapat dilakukan melalui pemeriksaan saksi,penelusuran kondisi lokasi penemuan,barang atau petunjuk yang ditemukan di sekitar tempat kejadian,serta hasil pemeriksaan medis.

Seluruh temuan tersebut menjadi penting untuk membantu aparat menyusun kronologi secara utuh dan memastikan fakta berdasarkan bukti yang tersedia.

Setelah proses pemeriksaan dan penanganan selesai,jasad bayi tersebut direncanakan dimakamkan di wilayah Desa Padaidi.

Berita Terkait  Polda Sumut Gelar Rekonstruksi kebakaran Rumah Sempurna Pasaribu

Jasad bayi akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Padaidi melalui Kepala Desa Padaidi Abigurdi,untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman.

Hingga berita ini diterbitkan,belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian mengenai identitas orang tua bayi ataupun pihak yang diduga bertanggung jawab.

Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul bayi dan memastikan kronologi di balik penemuan tersebut.

Peristiwa ini meninggalkan duka sekaligus pertanyaan mendalam bagi masyarakat Sebatik.Di tengah perhatian publik,proses penyelidikan diharapkan mampu mengungkap fakta secara terang,terukur dan berdasarkan bukti,sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian.Setiap perkembangan resmi terkait identitas bayi,hasil pemeriksaan medis,maupun dugaan tindak pidana akan menjadi bagian penting dalam mengungkap keseluruhan peristiwa tersebut. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *