Sebatik

Kapolres Ruslaeni” Polisi Tak Sekadar Menegakkan Hukum,tetapi “Harus Hadir dan Menjadi Solusi bagi Warga

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Pesan tegas disampaikan Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H.,saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (28/8/2026)

Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu,ia meminta seluruh personel tidak sekadar menjalankan fungsi penegakan hukum,tetapi benar-benar hadir sebagai pelindung,pengayom, sekaligus bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum bagi Kapolres untuk melihat secara langsung dinamika keamanan dan pelayanan kepolisian di Pulau Sebatik.Selain memperkuat koordinasi dengan jajaran kewilayahan, kunjungan itu juga diarahkan untuk memastikan setiap laporan masyarakat dapat direspons secara cepat dan tepat.

Sebatik memiliki posisi strategis sekaligus karakteristik geografis yang berbeda dibanding wilayah lainnya.Sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia,stabilitas keamanan di wilayah ini tidak hanya menyangkut ketertiban masyarakat,tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam menjaga kawasan perbatasan negara.

Di hadapan personel, Ruslaeni menekankan bahwa wajah kepolisian di tengah masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa tegas aparat menegakkan hukum, tetapi juga seberapa cepat polisi hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Berita Terkait  Semarak HUT RI ke-81 di Tanjung Harapan, Satgas Marinir Hadir Meriahkan Pesta Rakyat dan Buka Layanan Kesehatan Gratis

“Untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan sebagai pelindung serta pengayom masyarakat.Anggota tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat,” kata Ruslaeni.

Menurut dia, pendekatan persuasif perlu menjadi bagian dari cara anggota menghadapi berbagai persoalan sosial. Tidak semua permasalahan harus berakhir melalui proses hukum apabila masih terdapat ruang penyelesaian melalui komunikasi dan mediasi.

“Apabila ada hal-hal atau sesuatu yang terjadi di masyarakat,kita upayakan untuk melakukan mediasi,” ujarnya.

Pendekatan tersebut bukan berarti mengesampingkan penegakan hukum.Sebaliknya,polisi tetap harus bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum.Namun, langkah pencegahan dinilai penting agar persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan sejak awal tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Ruslaeni juga meminta masyarakat aktif membangun komunikasi dengan kepolisian. Informasi sekecil apa pun mengenai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan,menurut dia,penting disampaikan agar aparat dapat mengambil langkah sedini mungkin.

“Mari kita sama-sama menjaga situasi dengan selalu memberikan informasi-informasi kepada kami apabila ada sesuatu hal yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Pesan itu kemudian diteruskan kepada personel di tingkat kewilayahan.Polisi yang berada paling dekat dengan masyarakat diminta tidak menunggu persoalan membesar baru mengambil tindakan.

Berita Terkait  BPD Aji Kuning Awasi Rehabilitasi Kantor Desa, Pastikan Dana Desa Tepat Sasaran dan Transparan

“Untuk itu, khususnya personel Polsek Sebatik Barat, Polsek Sebatik Timur agar segera cepat merespons apabila ada laporan-laporan dari masyarakat,” tegasnya.

Kecepatan respons, kata dia, menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan kepolisian.Sebab,bagi masyarakat,persoalan keamanan tidak selalu hadir dalam bentuk perkara pidana.Konflik sosial,persoalan antarwarga,gangguan ketertiban hingga persoalan yang membutuhkan mediasi juga membutuhkan kehadiran aparat yang mampu membaca situasi secara tepat.

Kunjungan kerja Kapolres Nunukan tersebut sekaligus memperlihatkan arah penguatan tugas kepolisian di wilayah perbatasan,membangun keamanan melalui kehadiran dan kepercayaan masyarakat.

Polisi dituntut tidak hanya datang ketika sebuah persoalan sudah terjadi,tetapi mampu membangun komunikasi sebelum persoalan tersebut berkembang.

Konsep tersebut menjadi semakin penting di Sebatik.Dengan wilayah yang luas,karakter masyarakat yang beragam serta posisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara lain, diperlukan koordinasi yang kuat antara kepolisian,pemerintah daerah,TNI,pemerintah desa,tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga.

Berita Terkait  HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Sebatik Timur Pimpin Gerakan Indonesia ASRI, Perkuat Sinergi TNI Pemerintah dan Masyarakat

“Dengan adanya sektor ini juga kita dapat merespons,” ujar Ruslaeni.

Bagi Polres Nunukan,penguatan pelayanan di Sebatik bukan semata soal menambah kesiapsiagaan personel.Lebih dari itu,bagaimana setiap anggota mampu menjadi sosok yang dikenal,dipercaya dan mudah ditemui masyarakat ketika persoalan muncul.

Sebab,keamanan di wilayah perbatasan pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga garis batas negara.Keamanan juga dibangun dari rasa aman yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan AKBP Ruslaeni ke Sebatik pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin pimpinan.Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa ukuran keberhasilan polisi bukan hanya ketika mampu mengungkap sebuah perkara,tetapi juga ketika mampu mencegah konflik,menyelesaikan persoalan secara bijak dan membuat masyarakat merasa terlindungi.

Di perbatasan, kehadiran polisi bukan sekadar soal seragam dan kewenangan. Ia harus hadir dalam bentuk respons cepat,komunikasi yang terbuka,perlindungan yang nyata dan keberanian menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *