Tiga Warga Terpapar DBD, Puskesmas Aji Kuning Perkuat PSN di Sebatik Tengah

oleh -163 Dilihat
oleh

GEMAKALTARA.COM | SEBATIK TENGAH— Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian di Pulau Sebatik,Kabupaten Nunukan.Tiga pasien di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Aji Kuning terkonfirmasi terjangkit DBD,mendorong fasilitas kesehatan tersebut memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian di tengah masyarakat.

Kepala BLUD UPT Puskesmas Aji Kuning,dr.Astri Sulistiarini,mengatakan kasus tersebut belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).Meski demikian,pihaknya tidak ingin menunggu kasus berkembang lebih luas.

“Terdapat tiga pasien yang terkonfirmasi terjangkit DBD.Meski kasus ini tidak termasuk kejadian luar biasa,Puskesmas Aji Kuning terus menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara serentak,rutin dan berkelanjutan,”kata Astri.

Respons cepat dilakukan melalui sejumlah langkah yang melibatkan unsur kesehatan,pemerintah wilayah hingga masyarakat.Salah satunya dengan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan DBD.

Penanggung Jawab Klaster 4 Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan UPT BLUD Puskesmas Aji Kuning, Nurjana, AMKL,turut mengoordinasikan langkah pencegahan dan pengendalian di wilayah kerja puskesmas.

Edukasi kepada masyarakat kemudian digencarkan melalui kegiatan siaran keliling oleh tenaga Promosi Kesehatan (Promkes).Pesan yang disampaikan mengajak warga mencegah DBD melalui PSN dan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

Warga didorong untuk secara rutin memeriksa lingkungan rumah,terutama tempat penampungan air dan lokasi lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Upaya pengendalian juga dilakukan tenaga Kesehatan Lingkungan (Kesling) melalui abatisasi.Abate didistribusikan melalui ketua RT untuk kemudian diberikan kepada warga dan digunakan pada tempat penampungan air yang memenuhi ketentuan penggunaannya.

Puskesmas Aji Kuning juga telah menerbitkan dan menyebarkan Surat Edaran kewaspadaan serta pencegahan DBD kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah kerja.

Di wilayah yang dinilai memerlukan pengendalian lebih lanjut,Tim Penanggung Jawab DBD bersama Satgas Pamtas melaksanakan fogging fokus berdasarkan hasil kajian lapangan dan prosedur yang berlaku.

Langkah tersebut dilengkapi dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE)oleh tenaga surveilans.Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan,faktor risiko serta kemungkinan pola penyebaran kasus sebagai dasar menentukan langkah pengendalian berikutnya.

Astri menegaskan,masyarakat tidak boleh menjadikan fogging sebagai satu-satunya cara untuk mencegah DBD.

Menurutnya,langkah yang paling penting dan harus dilakukan secara berkelanjutan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Masyarakat diminta rutin menguras dan membersihkan tempat penampungan air,menutup wadah yang dapat menampung air,serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Jangan hanya mengandalkan fogging.PSN harus menjadi langkah utama dan dilakukan secara rutin serta berkelanjutan oleh masyarakat,”demikian pesan dari Klaster 4 UPT BLUD Puskesmas Aji Kuning.

Pencegahan DBD pada akhirnya tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan.Kebersihan lingkungan rumah dan kepedulian warga menjadi bagian penting dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Karena itu,Puskesmas Aji Kuning mengajak masyarakat menjadikan PSN sebagai kebiasaan bersama—dimulai dari rumah,keluarga,hingga lingkungan sekitar.

Cegah DBD sebelum menjadi ancaman yang lebih luas. (Ozzie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.