Nunukan

Dokter Terbang Terapung Tembus Medan Ekstrem, 243 Warga DTPK Terlayani di Lumbis Hulu–Pansiangan

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Akses terbatas dan medan yang ekstrem tak menjadi penghalang bagi tim medis dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil, Rabu 22 April 2026

Melalui program Pelayanan Dokter Terbang Terapung DTPK 2026,sebanyak 243 warga di Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan berhasil mendapatkan pelayanan kesehatan selama empat hari kegiatan.

Tim medis yang berjumlah 14 orang ini dipimpin oleh drg. Prio Adjie Andarusasi. Mereka menjangkau sejumlah desa yang sulit diakses, yakni Desa Panas dan Desa Tao Lumbis di Kecamatan Lumbis Hulu,serta Desa Labang di Kecamatan Lumbis Pansiangan.

Berita Terkait  Dinas Dukcapil Kembali Lakukan Pelayanan Jemput Bola di Pulau Sebatik

Pelayanan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan medis masyarakat,mulai dari pelayanan dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam,dokter umum,hingga dokter gigi. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi warga setempat.

Dengan kondisi geografis yang menantang, mulai dari jalur sungai hingga medan darat yang berat,tim dokter harus berjuang ekstra untuk menjangkau lokasi pelayanan.Namun semangat pengabdian dan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan) tetap menjadi prioritas utama.

Berita Terkait  Desa Aji Kuning Gelar MUSREMBANGDES RKPDes 2026 dan DU RKP 2027

Ketua tim drg. Prio Adjie Andarusasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara merata,termasuk oleh masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Berita Terkait  PAWAI OBOR SEMARAKKAN MALAM RAMADAN DI PULAU SEBATIK, START DARI HALAMAN PLBN SEBATIK UTARA

“Meski dengan keterbatasan dan medan yang cukup berat, kami berupaya maksimal agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Program dokter terbang terapung ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai solusi inovatif dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil,sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di perbatasan Kabupaten Nunukan.

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *